TITIKTEMU.CO SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang melakukan berbagai upaya, guna mengantisipasi kenaikan kasus positif Covid-19.
Instruksi Wali Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2022 terkait pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat level 1 telah diterbitkan.
Baca Juga: 10 Orang Tewas Terseret Ombak di Jember, Ritual Maut Jamaah Tunggal Jati Nusantara
Baca Juga: Ayu Ting Ting Lagi Sakit, Jarum Infus Nempel di Tangannya!
Kondisi demikian berdampak terhadap sektor pariwisata di Semarang, salah satunya tingkat kunjungan di obyek wisata Semarang Zoo.
Direktur Semarang Zoo Choirul Awaludin mengaku, bahwa tingkat kunjungan di Semarang Zoo kini mengalami penurunan jumlah pengunjung mencapai 25 persen dibandingkan pada awal tahun ini.
Baca Juga: POLITIK WADAS OLeh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Di awal tahun atau Januari ini rata-rata tingkat angka kunjungan sempat mencapai 7 ribu hingga 10 ribu wisatawan yang berkunjung per hari. Namun, di bulan ini mengalami penurunan.
“Diawal tahun 2022 tingkat kunjungan sempat naik, dan setelah dikeluarkannya Instruksi Wali kota Semarang Nomor 3 tahun 2022 yang melakukan pembatasan lagi, karena ada peningkatan jumlah kasus Covid-19 tentu ada perbedaan,” ujar Choirul Awaludin, Minggu (13/2), seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman RRI.
Ditambahkannya, banyak sekolah yang kembali daring, masyarakat takut berwisata dan faktor cuaca hujan sehingga berdampak terhadap pariwisata.
Ia mengatakan penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung seperti mencuci tangan, menscan aplikasi peduli lindungi, menggunakan masker dan menjaga jarak diwajibkan sebelum memasuki area obyek wisata Semarang Zoo.
Selain itu, terdapat sejumlah tim satgas covid yang diterjunkan di dalam lokasi dan himbauan mematuhi protokol kesehatan juga digaungkan melalui speaker.
“Kita juga melibatkan petugas satgas covid yang terdiri Dinas Kesehatan, TNI, Polri untuk selalu mengingatkan masyarakat pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan dan melakukan pemantauan di obyek wisata kami,” pungkasnya. ***