TITIKTEMU.CO, SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan personel kepolisian di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang selama ini diterjunkan mendampingi petugas BPN melakukan pengukuran lahan dilaporkan telah ditarik.
Penarikan Satgas tersebut dilakukan karena pengukuran lahan milik warga telah selesai.
“Satgas kita sudah ditarik,” kata Ahmad Luthfi di Semarang, Jumat 11 Februari 2022 seperti diberitakan Pikiran Rakyat yang mengutip Antara di https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-013713959/kapolda-jateng-sebut-satgas-yang-diturunkan-di-wadas-sudah-ditarik-pengukuran-sudah-selesai
Jenderal polisi bintang dua itu mengatakan, Satgas yang mendampingi petugas BPN Jawa Tengah ditarik lantaran pengukuran lahan milik warga yang bakal dijadikan lokasi tambang batu andesit telah selesai.
Menurut Kapolda Jawa Tengah tersebut, saat ini masyarakat di Desa Wadas sudah dalam keadaan normal.
“Pengukuran sudah selesai, masyarakat sudah normal,” katanya menerangkan, seperti dilaporkan Antara.
Namun menurut Luthfi, pihaknya masih menyiagakan personel di desa tersebut untuk pengamanan.
Pada Selasa 8 Februari 2022, kisruh terjadi di Desa Wadas, bahkan dilaporkan ada puluhan warga diamankan oleh pihak kepolisian. Tagar #WadasMelawan bahkan trending di Twitter.
Keesokan harinya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta maaf dan mengatakan bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi.
Baca Juga: Suara Para Ibu Rumah Tangga Dibalik Konflik Pembangunan Mega Proyek Bendungan Bener
Bahkan, Ganjar Pranowo mendatangi warga yang pro dengan pengukuran lahan di Desa Wadas, di hadapan mereka, Gubernur Jawa Tengah tersebut meminta maaf.
Sementara itu, dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu 9 Februari 2022 sore WIB, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membantah kondisi di Desa Wadas mencekam sebagaimana tergambar di media sosial.