Baca Juga: PURI GEDEH, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
“Inisiatif untuk mengembangkan hutan tematik, yakni wana boga dengan jenis nangka, saya nilai sangat strategis dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang mampu mendukung ketahanan pangan, khususnya kuliner Yogyakarta, yaitu gudeg yang sangat kita kenal, dapat menggerakkan geliat ekonomi lokal,” ungkap Mahfud.
Mahfud menambahkan bahwa pangan memiliki peran yang sangat penting karena menyangkut dimensi politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Pencanangan Hutan Keistimewaan Nangka ini juga diharapkan tidak hanya sebagai wujud pelestarian hutan dan lingkungan, tetapi juga mendorong perekonomian melalui bidang kebudayaan dan pangan.
Berdasarkan data dari Dinas Perindag DIY tahun 2021 yang dipaparkan Mahfud, tercatat sejumlah 190 UKM gudeg di Yogyakarta dengan kebutuhan nangka muda sebanyak 9-10 ton setiap harinya.
Baca Juga: Rafael Nadal Membuat Sejarah Menjadi Petenis dengan Gelar Grand Slam Terbanyak, 21 Thropy!
“Oleh karena itu, penanaman jenis nangka hari ini sangat strategis untuk mendukung kelestarian hutan dan keberlanjutan usaha gudeg dan juga usaha lain yang terkait dengan pohon-pohon nangka dan varietas makanan lainnya di DIY,” ujar Mahfud. ***