TITIKTEMU.CO BOYOLALI – Pemkab Boyolali tengah menjalankan program vaksinasi bagi anak usia 6 hingga 11 tahun.
Seperti yang berlangsung di Kantor Kepala Desa Gagaksipat Kecamatan Ngemplak Boyolali pada Kamis (13/1), terlihat beberapa anak anak usia 6 hingga 11 tahun antri untuk mendapatkan suntikan vaksinasi.
Baca Juga: Tak Hanya Indah dan Asri, 7 Tanaman Hias Ini Ampuh Menyerap Racun di Udara
Baca Juga: Biar Nggak Salah Pesan, Kenali 7 Menu Kopi yang Biasa Ada di Coffee Shop Ini
Kepala Puskesmas Kecamatan Ngemplak Siti Zulaekah bahwa di kecamatan itu terdapat 7.586 sasaran siswa SD/MI/SDLB,dan sekarang sudah tervaksin dosis pertama sebanyak 7.153 sasaran atau mencapai 95,4 persen.
Sedangkan siswa PAUD mengalami peningkatan dikarenakan usia yang semula belum tercukupi (enam tahun), kini ada penambahan 153 siswa dari semula 638 siswa menjadi 791 siswa, dan sampai hari ini sudah tervaksin 100 persen.
Baca Juga: Begini Cara Bersukur yang Benar, Rezeki Akan Mengalir Deras, Kata Ustadz Adi Hidayat
“Jadi sudah melebihi dari sasaran, karena memang ada PAUD yang pada awal belum masuk di dalam sasaran,” terang Siti seperti dilaporkan laman Pemkab Boyolali.
Bupati Boyolali M. Said Hidayat yang melakukan monitoring mengapresiasi atas capaian vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun di Kecamatan Ngemplak.
Upaya dan langkah percepatan yang dilakukan oleh pihak terkait di Kecamatan Ngemplak tersebut telah mencapai angka 125 persen.
Baca Juga: Kata Gus Baha: Jangan Terlalu Sering Berdoa, Lakukan Hal Ini agar Allah Mencukupimu
“Semoga sebelum tanggal 17 (Januari) ini sudah selesai tahap pertama. Nanti tahap kedua dimulai tanggal 18 (Januari). Semoga di Bulan Januari ini semua dapat kita selesaikan dengan cepat,” kata Bupati Said.
Selain melakukan monitoring vaksinasi di Kecamatan Ngemplak, Bupati Said juga melakukan monitoring pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Nogosari dan Sawit.
Capaian vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun di Kabupaten Boyolali. Kamis (13/1/2022) Pukul 16.00 WIB, dari 95.713 sasaran telah tervaksin dosis pertama sebanyak 88.267 orang atau mencapai 92,9 persen.