TITIKTEMU.CO, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) meluncurkan armada bus anti-Covid-19 pertama di Indonesia, Selasa (9/11). Peluncuran dilakukan di halaman gedung rektorat kampus Undip Tembalang, Semarang.
Bus yang merupakan hasil penelitian bersama antara Undip dengan Karoseri Laksana dan PO Sumber Alam ini diberi nama Bio Smart and Safe Bus.
Kerjasama ini merupakan implementasi dari program matching fund, yang diketuai Dr dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL dari Fakultas Kedokteran Undip.
Baca Juga: Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, 80 Warga Diungsikan
Program Matching Fund adalah bentuk dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak Industri.
Titiktemu.co mengutip dari laman undip.ac.id, Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum, sangat mengapresiasi inovasi yang bermanfaat ini. Ia berharap bus anti-Covid-19 yang sudah dirancang ini harus terus berkembang, seperti pesan Ki Hajar Dewantara bahwa harus nontoni, niteni, dan nambahi.
“Inovasi bus anti-Covid-19 ini dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam menangani Covid-19 di Indonesia,” kata Yos Johan.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Semarang Night Carnival 2021 Segera Digelar
Yos Johan berharap dari model bis ini dapat didesain menjadi mobil yang desainnya lebih sederhana, biaya lebih murah tetapi lebih canggih.
”Dari program matching fund ini akan menghasilkan karya-karya hebat yang mendukung industri dan tranportasi yang pada akhirnya menghasilkan RGA (Revenue Generating Activities),” tambahnya.
Sementara, ketua tim peneliti dr. Awal Prasetyo melaporkan bahwa pengembangan riset bus anticovid ini sudah dijalankan pada awal pandemi tahun 2020 yang didanai program matching fund.
Baca Juga: Kuliner Khas Semarang Legendaris, dari Lumpia Gang Lombok Sampai Es Puter Cong Lik
Prasetyo menjelaskan ada 3 komponen penting yakni penerapan physical distancing dengan kursi berjarak, aplikasi nanosilver supaya bebas mikroba dan bakteri, serta penyediaan masker herbal.
Lebih lanjut Prasetyo menerangkan dalam mencegah penyebaran virus Covid 19, bus didesain dengan konsep ‘segitiga sehat’. Dimana ada lingkungan (environment), ada agen penyebab sakit (pathogen) dan inang (host).