TITIKTEMU.CO, WONOGIRI- Putra Bupati Wonogiri Joko “Jekek” Sutopo, Anugrah Baskoro Sutopo, meluncurkan buku di Ballrom Hotel Best Western Premier, Solo Baru, Sukoharjo, Sabtu (9/10/2021).
Berjudul “Unboxing Me, Siapa Bilang Jadi Anak Bupati Selalu Enak? Ceritaku Sebelum 12”, buku itu lahir sebagai bentuk protes Nugrah kepada ayahnya yang selalu sibuk.
Buku setebal 143 halaman ini bercerita kehidupan sehari-hari Nugrah sebagai anak bupati. Nugrah adalah putra semata wayang Joko Sutopo dan Verawati.
Baca Juga: Tempat Wisata Wonogiri Mulai Buka, Bupati Jekek: Maaf Anak-anak Belum Boleh Masuk
“Ini kisah saya sebagai anak bupati. Banyak yang menganggap jadi anak bupati itu selalu enak, tapi cerita dalam buku ini banyak dukanya. Setidaknya itu yang saya rasakan,” kata Nugrah.
Menurut Nugrah, tidak bisa bertemu ayahnya setiap hari adalah kedukaan. Dia mengaku ingin seperti anak-anak yang lain, dijemput dan diantar ke sekolah.
“Saya tinggal di Jogya sama ibu, ketemu ayah kalau pas akhir pekan,” ujar Nugrah yang sekolah di Olifant Elementary School Yogjakarta, kelas VI.
Baca Juga: KPU Kabupaten Wonogiri Bersinergi Sukseskan Vaksinasi Menuju Pesta Demokrasi 2024
Bentuk kegalauannya itulah yang mengisi bab-bab buku ini. Tidak hanya menulis isinya, Nugrah juga menggambar dan mendesain sendiri bukunya.
Buku ini memuat 14 cerita. Bahasanya lugas, gaya berceritanya ringan, dan deskripstif. Namun, cerita-cerita itu memberi kejutan tak terduga.
Salah satunya cerita berjudul "Ambyar". Nugrah mengisahkan bahwa dia satu-satunya anak yang tidak diantar ke sekolah oleh ayahnya.
Baca Juga: Jempol! Petugas Damkar Wonogiri Selamatkan Kucing yang Terjebak di Gorong-gorong
“Pulang sekolah, aku masuk ke rumah dengan lemas. Dasi seragam sekolah menggantung berantakan di leherku, dan aku berjalan lunglai sambil menyeret tasku," tulis Anugrah.
Pada cerita "Dilaporkan" ke Polisi berkisah tentang Nugrah yang bermain seterika panas. Tidak sengaja, seterika mengani tangan asisten rumah tangga sampai terluka.