joglosemar

Temanggung Siap Jadi Sentra Cabai di Jateng

Selasa, 21 September 2021 | 21:56 WIB
Sekitar 60 Petani Ikuti Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Olahan Cabai ( Foto : jatengprov.go.id)

 

TITIKTEMU.CO, TEMANGGUNG – Kabupaten Temanggung siap menjadi sentra pertanian penghasil cabai. Dilansir TITIKTEMU.CO dari situs jatengprov.go.id, saat ini, Temanggung merupakan produsen cabai terbesar keempat di Jawa Tengah. Namun, untuk menjadi sentra, pemerintah setempat berharap dukungan dan fasilitasi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian dan DPR RI.

“Kami di Temanggung siap menjadi sentra cabai. Namun perlu fasilitasi dari berbagai pihak untuk mewujudkannya,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto, di sela – sela pelatihan pengolahan dan pemasaran olahan cabai di Balai Desa Gilingsari,Temanggung, Minggu (19/9/2021).

Baca Juga: Kemendagri Ungkap Jumlah Inovasi dan Partisipasi Daerah dalam Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah

 

Pelatihan tersebut diselenggarakan Kementerian Pertanian secara virtual atas inisiasi Komisi IV DPR RI.  Acara ini menghadirkan Anggota Komisi IV Vita Ervina, dan 60 petani cabai se Jawa Tengah.

Joko Budi mengatakan, hamparan lahan cabai dan produksi di Temanggung tidak menjadi masalah. Luas lahan setidaknya 300 hektare dengan lahan cabai terluas antara lain di Kecamatan Bansari, Temanggung, Ngadirejo, Parakan dan Selopampang.

Baca Juga: Waspada! Gelombang Tiga Covid-19 Diperkirakan Desember. Bisa Tinggi Bisa Rendah, Kuncinya Protokol Kesehatan

 

Selama ini, kata Joko, soal penjualan cabai tidak ada permasalahan, namun ada fluktuasi harga pada saat-saat tertentu. Oleh karena itu, produksi cabai perlu didorong dalam disertifikasi menjadi produk olahan.

“Di saat harga cabai melambung tinggi sangat menguntungkan petani. Tetapi kadang tiba-tiba anjlok dan merugikan petani. Maka itu perlu terobosan agar cabai dijual dalam produk olahan, yang harganya relatif stabil dan menguntungkan,” katanya.

Ia mencontohkan tanaman kopi, dahulu biji kopi dijual gelondong merah saja, tetapi kini sudah pada hasil olahan seperti bubuk, bahkan telah ada lebih dari 400 brand Kopi Temanggung.

Baca Juga: Sejak Dua Hari Dibuka, Candi Prambanan Telah Dikunjungi 643 Wisatawan

Anggota Komisi IV Vita Ervina mengatakan, pelatihan peningkatan kapasitas petani terutama dalam pengolahan dan pemasaran hasil budidaya cabai sangat diperlukan. Petani harus semakin tangguh dan modern dalam kehidupan ke depan.

Halaman:

Tags

Terkini