Kasir Minimarket Pom Bensin Tewas Ditembak Gara-gara Minta Pelanggan Pakai Masker

photo author
Amraf, TitikTemu.co
- Rabu, 22 September 2021 | 06:14 WIB
Sebuah tanda bertuliskan "Wajib Masker, tutup mulut dan hidung!" tergantung di tiang lampu di depan Frauenkirche (Gereja Bunda Maria) di alun-alun Neumarkt di Dresden, Jerman timur. (Channel News Asia)
Sebuah tanda bertuliskan "Wajib Masker, tutup mulut dan hidung!" tergantung di tiang lampu di depan Frauenkirche (Gereja Bunda Maria) di alun-alun Neumarkt di Dresden, Jerman timur. (Channel News Asia)

TITIKTEMU.CO - Seorang kasir minimarket di sebuah pom bensin di Jerman tewas di tembak pelanggan yang marah setelah diminta mematuhi aturan agar menggunakan masker.

Serperti diberitakan Channel News Asia, penembakan ini terjadi pada Sabtu (18/9) sore, di wilayah barat kota Idar-Oberstein. Sebelum ditembak mati, kasir berusia 20 tahun itu dan seorang pelanggan laki-laki berusia 49 tahun, adu mulut soal penggunaan masker demi mencegah penularan virus corona.

Kasir meminta pada pelanggan yang ingin membeli bir agar mematuhi aturan dan menggunakan masker. Pelanggan yang jengkel itu, meninggalkan petugas kasir di pom bensin tersebut dan kembali lagi dengan menggunakan masker. Hanya saja maskernya diturunkan sampai dagu.

Baca Juga: Viral! Video Perkelahian Brutal Seorang Wanita Melawan Badut

Laki-laki itu, kembali kena tegur kasir tersebut, yang memintanya agar mematuhi aturan.

“Pelaku lalu menarik sebuah senjata dan menembak kasir itu tepat di kepala bagian depannya. Korban jatuh ke lantai dan tewas ditempat,” kata Jaksa penuntut, Kai Fuhrmann.

Kejadian penembakan ini menjadi berita utama di surat kabar di Jerman dan telah menjadi kasus pertama terkait dengan larangan yang diberlakukan selama pandemi Covid-19. Pelaku penembakan telah menyerahkan diri tak lama setelah kejadian.

Baca Juga: Kepingin Punya Anak Tapi Ogah Berhubungan Badan, Wanita ini Melahirkan 'eBaby' alias Bayi Online!

Pelaku beralasan, kebijakan soal Covid-19 telah membuatnya stres.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi sepekan sebelum pemilu federal, dimana kelompok Neo Nazi dan Partai sayap kanan AfD mencoba merayu pemilih yang anti-lockdown dan anti-vaksin.

Partai AfD mendapatkan 11 persen suara dalam sejumlah jajak pendapat atau menjadi tempat bagi mereka yang menyangkal keberadaan virus corona.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amraf

Sumber: Channel News Asia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X