TITIKTEMU.CO, JEPANG - Kasus penembakan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Jumat pagi, mendapat perhatian luas. Sejumlah pimpinan negara menyatakan simpati dan mendoakan agar Abe dapat melewati masa kritis.
Dalam perkembangan lain, laporan dari media Jepang menyebutkan bahwa Tersangka adalah 'mantan anggota pasukan pertahanan diri maritim'.
Disebutkan dalam laporan itu, bahwa tersangka dalam penembakan itu telah menjadi anggota pasukan pertahanan diri maritim selama sekitar tiga tahun, hingga sekitar tahun 2005.
Baca Juga: Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe Kritis. Motif Penembakan Belum Diketahui
Dua wanita yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan kepada NHK bahwa pria tersebut mendekati Abe dari belakang saat dia menyampaikan pidatonya.
Tembakan pertama terdengar, tidak ada yang terluka, kata para saksi mata. Ketika tembakan kedua ditembakkan, Abe jatuh ke tanah dan orang-orang bergegas untuk menolongnya.
Pidato Abe yang dijadwalkan telah dipublikasikan pada Kamis malam.
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi termasuk di antara pimpinan negara yang merilis pernyataan menyangkut penembakan terhadap mantan PM Jepang Shinzo Abe pagi ini.
Dalam sebuah posting Facebook, presiden Taiwan Tsai Ing-wen menulis:
Saya percaya semua orang sama terkejut dan sedihnya seperti saya. Taiwan dan Jepang sama-sama negara demokratis dengan supremasi hukum. Atas nama pemerintah saya, saya ingin mengutuk keras tindakan kekerasan dan ilegal.
Mantan Perdana Menteri Abe bukan hanya teman baik saya, tetapi juga teman setia Taiwan. Dia telah mendukung Taiwan selama bertahun-tahun dan berusaha keras untuk mempromosikan kemajuan hubungan Taiwan-Jepang.
Baca Juga: Belum Dapat Sekolah? Ini Daftar 50 SMA Unggulan Seluruh Indonesia. Bisa Jadi Acuan Pilihan
Teuku Faizasyah, juru bicara kementerian luar negeri Indonesia atas nama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, mengatakan dalam sebuah pernyataan: Menteri luar negeri G20 menyampaikan simpati kepada menteri luar negeri Jepang.***