internasional

Menlu RI, Retno Marsudi: Indonesia Desak Pemusnahan Senjata Nuklir

Kamis, 30 September 2021 | 21:29 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Rapat Paripurna Tingkat Tinggi pada Hari Internasional Penghapusan Total Senjata Nuklir, dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-76. (RRI)

“Pertama, Traktat Non-proliferasi harus senantiasa ditegakkan, seluruh negara harus menjalankan komitmennya terhadap traktat ini. Dan perlombaan senjata nuklir dan power projection harus dihentikan agar tidak merusak integritas dan kredibilitas dari traktat non-proliferasi,” papar Menlu RI.

Baca Juga: Kemendagri Sambut Baik Transparansi KPU Buka Data Pemilu 2019

“Adanya kemungkinan senjata ini jatuh ke tangan “non-state actors” harus menjadi landasan atau alasan kuat bagi kita semua untuk mempercepat perlucutan senjata nuklir,” sambungnya.

Senjata nuklir saat ini tengah menjadi pembicaraan hangat masyarakat dunia, akibat adanya pembentukan kerja sama trilateral antara Amerika Serikat, Inggris dan Australia dengan nama AUKUS awal September 2021.

Pasalnya, dalam kemitraan itu juga disepakati adanya transfer teknologi untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir bagi Australia oleh Amerika dan Inggris.

Baca Juga: Pelaksanaan PTM Terbatas di Pesantren Butuh Dukungan Banyak Pihak

Dalam Debat Umum di SMU PBB ke-76, Selasa (21/09/2021), Presiden Joe Biden memastikan, berbagai komitmen untuk berdiri bersama para sekutu bukan sebagai upaya untuk memulai perang dingin.

“Tapi, kami tidak berusaha, saya mengatakannya lagi kami tidak mencari perang dingin baru atau dunia yang terbelah dalam balok-balok kaku,” ucap Biden, seperti dikutip dari rri.co.id.

Kemitraan AUKUS diumumkan oleh ketiga pemimpin negara pada Selasa (14/09/2021) secara daring.

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca Donasi dari Italia Tiba di Indonesia. Wujud Sukses Diplomasi Vaksin RI

Adanya pakta pembangunan kapal selam bertenaga nuklir bagi Australia, artinya untuk pertama kalinya Amerika Serikat melalukan hal itu dalam 60 tahun terakhir. Setelah, hal serupa dilakukan Amerika kepada Inggris.

Walau tidak menyebut Tiongkok secara langsung, namun ketiga pemimpin negara berulang kali merujuk pada masalah keamanan regional yang disebutkan “tumbuh secara signifikan”.

Bagi Amerika Serikat, Inggris dan Australia kemitraan AUKUS merupakan kesempatan bersejarah tiga negara, dengan sekutu dan mitra yang berpikiran sama.

Yaitu, untuk melindungi nilai-nilai bersama dan mempromosikan keamanan dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.***

Halaman:

Tags

Terkini