ini menunjukkan bahwa pasokan energi masih dapat dijaga, meski risiko geopolitik terus membayangi. Di tengah ketidakpastian global, kelancaran distribusi energi tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pada akhirnya, Selat Hormuz kembali membuktikan dirinya sebagai “urat nadi” perdagangan energi dunia—rapuh, penuh tekanan, namun tetap bergerak di tengah badai konflik geopolitik.***