TITIKTEMU.CO - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas, namun lalu lintas kapal di jalur vital dunia, Selat Hormuz, tetap menunjukkan aktivitas yang mengejutkan.
Di tengah situasi yang tidak menentu akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran, lebih dari 20 kapal berhasil melintasi selat tersebut dalam satu hari.
Data dari Kpler mencatat bahwa pada Sabtu, 19 April 2026, jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz menjadi yang tertinggi sejak awal Maret.
Ini menjadi sinyal bahwa meskipun situasi keamanan sedang tegang, jalur distribusi energi global masih berusaha tetap berjalan.
Baca Juga: Lowongan Management Trainee April 2026 Dibuka! Paragon, Astra Isuzu, dan K24 Cari Talenta Muda
Dari puluhan kapal tersebut, beberapa di antaranya membawa komoditas strategis seperti minyak mentah, produk olahan minyak, hingga logam dari Iran.
Selain itu, terdapat pula kapal-kapal yang mengangkut gas minyak bumi cair (LPG) dengan tujuan ke berbagai negara Asia seperti China dan India.
Menariknya, salah satu kapal tanker LPG juga dilaporkan berlayar menuju Indonesia.
Kapal berbendera Panama bernama Crave membawa muatan LPG dari Uni Emirat Arab, menandakan bahwa Indonesia tetap menjadi bagian penting dalam rantai distribusi energi global.
Kehadiran kapal ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat pasokan energi merupakan kebutuhan vital bagi stabilitas ekonomi domestik.
Baca Juga: Baru Dilantik, Langsung Terseret Kasus: DPR Syok Usai Ketua Ombudsman Hery Susanto Jadi Tersangka
Tak hanya itu, sejumlah kapal lain juga terpantau mengangkut berbagai jenis muatan dengan tujuan yang beragam.
Misalnya, kapal tanker yang membawa produk minyak dari Bahrain menuju Afrika dan Asia Tenggara, serta kapal berbendera Liberia yang mengangkut nafta dalam jumlah besar ke Korea Selatan.
Bahkan, kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) turut membawa jutaan barel minyak mentah dari Arab Saudi ke Taiwan.