internasional

Dua Tanker Indonesia Masih Tertahan di Hormuz, Pemerintah Terus Negosiasi dengan Iran

Jumat, 10 April 2026 | 21:55 WIB
Ilustrasi Nasib dua tanker Indonesia di Selat Hormuz (Dok. Pis)

Dari sisi operator kapal, pihak perusahaan pelayaran juga terus memantau perkembangan situasi secara real time.

Baca Juga: Tembus 16 Juta Penonton di Korea, The King’s Warden Tayang di Indonesia! Ini Sinopsis dan Link Tiketnya

Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menyatakan bahwa koordinasi antara perusahaan dan pemerintah berlangsung sepanjang waktu untuk memastikan keamanan pelayaran.

Pemantauan kondisi di lapangan dilakukan selama 24 jam guna mengantisipasi setiap perubahan situasi yang mungkin terjadi di kawasan tersebut.

Prioritas utama saat ini adalah keselamatan awak kapal serta keamanan muatan yang diangkut.

Muatan Energi Penting untuk Indonesia

Kapal tanker Pertamina Pride membawa hampir 2 juta barel minyak mentah yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan kilang di Cilacap.

Kapal tersebut sebenarnya dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal April, namun perjalanan tertunda karena kondisi keamanan di Selat Hormuz yang belum sepenuhnya stabil.

Sementara itu, kapal Gamsunoro sedang melakukan pelayaran komersial dari pelabuhan Khur Al Zubair menuju Dubai untuk melayani pengiriman energi bagi pihak ketiga.

Selat Hormuz Masih Dipenuhi Kapal Tanker

Meski konflik di kawasan tersebut sempat mereda melalui kesepakatan gencatan senjata, jalur pelayaran di Strait of Hormuz belum sepenuhnya kembali normal.

Data pelacakan kapal menunjukkan masih banyak tanker minyak dan LNG yang memilih menurunkan jangkar di sekitar kawasan Teluk Persia.

Sejumlah kapal dari berbagai negara, termasuk China dan Uni Emirat Arab, terlihat masih menunggu situasi lebih aman sebelum melanjutkan perjalanan.

Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas jalur pelayaran global masih sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di kawasan tersebut.

Diversifikasi Sumber Minyak Indonesia

Halaman:

Tags

Terkini