Pendidikan teologi Leo XIV ia jalani di Catholic Theological Union, Chicago.
Ketika berusia 27 tahun, ia dikirim ke Roma untuk melanjutkan studi Hukum Kanon di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas (Angelicum).
Tahun 1982 menjadi tonggak penting dalam hidupnya, saat ia ditahbiskan menjadi imam oleh Monsignor Jean Jadot.
Tak lama kemudian, ia mengabdikan dirinya sebagai misionaris di Chulucanas, Peru. Pengalaman ini menjadi bagian penting dari kiprah religiusnya.
Baca Juga: Konklaf 2025 Resmi Dimulai, Siapa yang Akan Jadi Paus Berikutnya?
Karier Gereja dan Kepemimpinan dalam Ordo Agustinus
Leo XIV dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi. Ia sempat menjabat sebagai Direktur Panggilan dan Misi di Provinsi Agustinian “Mother of Good Counsel”, Illinois.
Tesis doktoralnya berjudul "Peran Prior Lokal dalam Ordo Santo Agustinus" menunjukkan kontribusinya dalam bidang kepemimpinan dan struktur ordo.
Pemilihan sebagai Paus: Dari Asap Putih hingga Berkat Perdana
Pemilihan Paus baru berlangsung dalam konklaf yang digelar di Kapel Sistina dan diikuti oleh 133 kardinal.
Baca Juga: Pernyataan Dewan Pers atas Kasus Tian Bahtiar dan Penegakan Kode Etik Jurnalistik di JakTV
Setelah dua kali muncul asap hitam yang menandakan belum tercapainya suara mayoritas, akhirnya pada pemungutan suara hari kedua, asap putih mengepul.
Nama Paus Leo XIV diumumkan secara resmi di hadapan umat Katolik yang berkumpul di Lapangan Basilika Santo Petrus.
Momen Bersejarah: Paus Leo XIV Sapa Dunia
Dalam penampilan perdananya dari balkon Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV menyampaikan salam damai kepada seluruh dunia.