TITIKTEMU.CO - Pemilihan Paus merupakan salah satu tradisi tertua dalam Gereja Katolik. Proses yang disebut konklaf ini telah berlangsung sejak abad ke-13 dan selalu dilaksanakan secara tertutup di Kapel Sistina, Vatikan.
Dalam sejarahnya, konklaf bisa memakan waktu berhari-hari bahkan bertahun-tahun, seperti pemilihan setelah wafatnya Paus Klemens IV pada 1268 yang berlangsung selama lebih dari 1.000 hari.
Namun di sisi lain, Gereja juga mencatat momen-momen luar biasa ketika proses pemilihan berlangsung sangat cepat.
Baca Juga: Dari Kapel Sistina ke Takhta Suci: Mengungkap Proses Pemilihan Paus dalam Tradisi Konklaf
Konklaf 1978: Hanya 33 Jam untuk Menentukan Pemimpin Gereja
Salah satu momen paling mengejutkan terjadi pada tahun 1978. Setelah wafatnya Paus Paulus VI, para kardinal berkumpul di Vatikan dan hanya membutuhkan 33 jam untuk memilih Albino Luciani sebagai Paus Yohanes Paulus I.
Kecepatan ini menjadikan konklaf tersebut sebagai yang tercepat dalam sejarah modern Gereja Katolik.
Kesepakatan cepat ini menunjukkan tingkat konsensus luar biasa di kalangan kardinal, yang meyakini bahwa Luciani adalah sosok tepat untuk membawa Gereja melalui berbagai tantangan zaman.
Sosok Paus Yohanes Paulus I: Sederhana dan Moderat
Paus Yohanes Paulus I dikenal sebagai pribadi sederhana dan penuh welas asih.
Sebagai Uskup Agung Venice sebelum terpilih, ia memiliki gaya kepemimpinan yang rendah hati dan bersahabat, serta dikenal moderat dalam menyikapi isu-isu Gereja.
Para kardinal melihatnya sebagai pemimpin yang mampu meredakan ketegangan dan memulihkan stabilitas internal.
Dalam waktu singkat, ia mampu mencuri hati umat dengan pendekatannya yang lebih manusiawi dan membumi.