Tahapan Pemungutan Suara
Setiap kardinal menuliskan nama kandidat pilihannya pada surat suara bertuliskan Eligo in Summum Pontificem.
Surat suara tersebut kemudian dilipat dan dimasukkan ke dalam piala di depan altar.
Setelah semua suara terkumpul, tiga kardinal yang ditunjuk menghitung dan memverifikasi hasilnya.
Jika belum ada kandidat yang memperoleh dua pertiga suara, surat suara dibakar dengan bahan kimia yang menghasilkan asap hitam, menandakan belum terpilihnya Paus baru.
Sebaliknya, asap putih menandakan bahwa Paus baru telah terpilih.
Baca Juga: Paus Fransiskus dan Pilihan Hidup Tanpa Gaji: Keteladanan yang Langka di Era Modern
Pengumuman Paus Baru
Setelah terpilih, Paus baru ditanya apakah menerima pemilihan tersebut dan nama yang akan digunakan selama masa kepausannya.
Kemudian, ia mengenakan pakaian kepausan dan berdoa di camera lacrimatoria, sebuah ruangan khusus untuk refleksi pribadi.
Beberapa saat kemudian, Paus baru muncul di balkon Basilika Santo Petrus untuk memberikan sambutan pertama kepada umat Katolik di seluruh dunia.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Proyek Satelit Kemenhan: Kerugian Negara Capai Rp353 Miliar
Pengumuman ini diawali dengan pernyataan "Habemus Papam!" yang berarti "Kita memiliki Paus!".