Namun, pesan tersebut segera dihapus.
Kemenlu Israel mengklarifikasi kepada The Jerusalem Post bahwa unggahan itu adalah sebuah "kesalahan", dengan alasan sikap kritis Paus terhadap Israel selama masa hidupnya.
Baca Juga: Bukan di Vatikan, Ini Lokasi di mana Paus Fransiskus Ingin Dimakamkan dan Jadwalnya
Diamnya Netanyahu dan Ketegangan yang Meningkat
Sampai saat ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi terkait wafatnya Paus Fransiskus.
Sikap bungkam ini makin memperkuat kesan renggangnya hubungan antara Israel dan Vatikan.
Pernyataan Tajam dari Tokoh Publik Israel
Beberapa tokoh publik di Israel bahkan mengeluarkan komentar pedas.
Mantan duta besar Israel untuk Italia, Dror Idar, menyatakan bahwa Israel tidak perlu mengirim perwakilan karena menurutnya, Paus Fransiskus "menghasut antisemitisme".
Baca Juga: Raih Gelar Doktor Tercepat, Dewi Agustiningsih Catat Sejarah di UGM di Usia 26 Tahun
Paus Fransiskus dan Dukungan Terhadap Palestina
Selama masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus dikenal vokal dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina.
Dalam pidato terakhirnya saat Paskah, beliau menyerukan gencatan senjata dan mengecam penderitaan warga Gaza akibat agresi militer.
Meski kondisinya melemah, pesan perdamaian beliau tetap menggema dan mendapat pujian luas dari komunitas internasional.
Baca Juga: Garap Pasar Global, UMKM Minuman Herbal Ini Kian Percaya Diri Berkat Dorongan BRI