KBRI Nairobi Promosikan Kuliner dan Seni Budaya Nusantara Lewat Gelaran ASEAN Food Festival 2026

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Senin, 27 April 2026 | 14:20 WIB
Dubes RI di Nairobi Witjaksono Adji, membuka ASEAN Food Festival (AFF) 2026 di Village Market (VM) Mall, Nairobi, Kenya (25/4/2026). (Dok. KBRI Nairobi )
Dubes RI di Nairobi Witjaksono Adji, membuka ASEAN Food Festival (AFF) 2026 di Village Market (VM) Mall, Nairobi, Kenya (25/4/2026). (Dok. KBRI Nairobi )

Kegiatan telah semakin meningkatkan kedekatan people-to-people, baik warga Asia Tenggara dan Kenya, maupun dengan warga negara lainnya yang hadir di kegiatan ini.

“Keberagaman negara-negara ASEAN, yang berbicara dalam bahasa dan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, tetapi bekerja, berkembang, dan berbagi kemakmuran bersama. Semangat yang sama tercermin di sini acara ini—berbagai macam masakan, disajikan penuh cita rasa dan berdampingan dengan harmonis”, lanjutnya.

KBRI Nairobi juga menggaet partisipasi Indomie dan Indocafe di Kenya untuk membuka stan tersendiri, yang juga diserbu banyak pengunjung untuk membeli langsung berbagai varian produk yang ditawarkan, maupun untuk melakukan prospek (BtoB) pengembangan/peningkatan pemasaran produknya di Kenya.

Baca Juga: Sosok Ayah Kandung Syifa Hadju Terungkap di Momen Pernikahan El Rumi, Siapa Sebenarnya?

Sajikan menu autentik dan karya UMKM Indonesia 

Pada ajang kali ini, stan Indonesia menyuguhkan masakan autentik nusantara yang sangat disukai oleh para pengunjung seperti tempe, nasi goreng, sate ayam, bakso dan siomay, serta kudapan ringan antara lain lemper, risol, pastel dan kue lupis. 

Tidak luput pula minuman es teh leci juga menjadi rebutan para pengunjung untuk menyegarkan diri di hari yang cerah. 

Antusiasme pengunjung festival untuk mencicipi kuliner khas Indonesia sangat tinggi. Saking tingginya, makanan, kudapan dan minuman Indonesia yang disediakan ludes habis sebelum acara ditutup. 

Baca Juga: 7 Tingkatan Makan Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani: Dari Wajib hingga Haram, Ini Penjelasannya

Tak hanya warga Kenya dan benua Afrika saja yang hadir, namun juga warga dari benua Eropa, Amerika, Australia, Asia, dan Pasifik, sengaja datang untuk menikmati berbagai sajian kuliner khas dan seni budaya negara-negara ASEAN.

Stan Indonesia yang juga menampilkan berbagai pakaian dan kain batik, serta tenun dari berbagai daerah di tanah air, juga kerajinan tas, dompet, dan pernak-pernik aksesoris karya UMKM Indonesia, banyak digemari para pengunjung yang ingin memiliki produk khas nusantara tersebut, dan menambah keseruan aktivitas promosi Indonesia di festival ini.

Tidak sekedar promosi tapi sekaligus memantapkan ‘nation branding’

Promosi KBRI Nairobi pada festival kali ini berhasil menggaungkan promosi Indonesia di Kenya, dan menjadi salah satu startegi diplomasi yang efektif untuk mempererat hubungan antar bangsa, serta meningkatkan kerja sama antar negara. 

Kegiatan selain dapat semakin memperkuat posisi kuliner Indonesia di kancah internasional dan mendukung program Indonesia Spice Up the World.

Selain itu juga sekaligus memantapkan ‘nation branding’ Indonesia yang dikaruniai kekayaan seni budaya yang tinggi, multikultural, demokratis, moderat, toleran, dan menghargai keberagaman.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: KBRI Nairobi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X