Kegiatan telah semakin meningkatkan kedekatan people-to-people, baik warga Asia Tenggara dan Kenya, maupun dengan warga negara lainnya yang hadir di kegiatan ini.
“Keberagaman negara-negara ASEAN, yang berbicara dalam bahasa dan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, tetapi bekerja, berkembang, dan berbagi kemakmuran bersama. Semangat yang sama tercermin di sini acara ini—berbagai macam masakan, disajikan penuh cita rasa dan berdampingan dengan harmonis”, lanjutnya.
KBRI Nairobi juga menggaet partisipasi Indomie dan Indocafe di Kenya untuk membuka stan tersendiri, yang juga diserbu banyak pengunjung untuk membeli langsung berbagai varian produk yang ditawarkan, maupun untuk melakukan prospek (BtoB) pengembangan/peningkatan pemasaran produknya di Kenya.
Baca Juga: Sosok Ayah Kandung Syifa Hadju Terungkap di Momen Pernikahan El Rumi, Siapa Sebenarnya?
Sajikan menu autentik dan karya UMKM Indonesia
Pada ajang kali ini, stan Indonesia menyuguhkan masakan autentik nusantara yang sangat disukai oleh para pengunjung seperti tempe, nasi goreng, sate ayam, bakso dan siomay, serta kudapan ringan antara lain lemper, risol, pastel dan kue lupis.
Tidak luput pula minuman es teh leci juga menjadi rebutan para pengunjung untuk menyegarkan diri di hari yang cerah.
Antusiasme pengunjung festival untuk mencicipi kuliner khas Indonesia sangat tinggi. Saking tingginya, makanan, kudapan dan minuman Indonesia yang disediakan ludes habis sebelum acara ditutup.
Baca Juga: 7 Tingkatan Makan Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani: Dari Wajib hingga Haram, Ini Penjelasannya
Tak hanya warga Kenya dan benua Afrika saja yang hadir, namun juga warga dari benua Eropa, Amerika, Australia, Asia, dan Pasifik, sengaja datang untuk menikmati berbagai sajian kuliner khas dan seni budaya negara-negara ASEAN.
Stan Indonesia yang juga menampilkan berbagai pakaian dan kain batik, serta tenun dari berbagai daerah di tanah air, juga kerajinan tas, dompet, dan pernak-pernik aksesoris karya UMKM Indonesia, banyak digemari para pengunjung yang ingin memiliki produk khas nusantara tersebut, dan menambah keseruan aktivitas promosi Indonesia di festival ini.
Tidak sekedar promosi tapi sekaligus memantapkan ‘nation branding’
Promosi KBRI Nairobi pada festival kali ini berhasil menggaungkan promosi Indonesia di Kenya, dan menjadi salah satu startegi diplomasi yang efektif untuk mempererat hubungan antar bangsa, serta meningkatkan kerja sama antar negara.
Kegiatan selain dapat semakin memperkuat posisi kuliner Indonesia di kancah internasional dan mendukung program Indonesia Spice Up the World.
Selain itu juga sekaligus memantapkan ‘nation branding’ Indonesia yang dikaruniai kekayaan seni budaya yang tinggi, multikultural, demokratis, moderat, toleran, dan menghargai keberagaman.***
Artikel Terkait
Gudeg, Kopi Joss, dan Kopi Klothok yang Tidak Lagi Merakyat, Wisatawan Membuatnya Menjadi Kuliner Mahal
Serial Luka, Makan, Cinta di Netflix, Drama Keluarga Dibalut Kuliner, Cek Sinopsisnya
Sinopsis Dilan ITB 1997: Cinta di Persimpangan Jalan, Antara Milea dan Ancika
Mei 2026 Penuh Tanggal Merah! Ini Daftar Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend yang Sayang Dilewatkan
Misteri Penembakan di Acara Trump: Sosok Tersangka Ternyata Guru Jenius Berprestasi
Fakta atau Fiksi? Mengupas Sains di Balik Film Project Hail Mary yang Bikin Penonton Terpukau
Mahar dan Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju: Glamor dan Simbolisme di Balik Cinta