Tembus Rp33 Miliar! Segini Tarif Kapal Lewati Selat Hormuz yang Bikin Dunia Geger

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 30 Maret 2026 | 17:05 WIB
Gambar ilustrasi Tarif Selat Hormuz capai Rp33 miliar per kapal (Pinterest @the_jerusalem_post)
Gambar ilustrasi Tarif Selat Hormuz capai Rp33 miliar per kapal (Pinterest @the_jerusalem_post)

 TITIKTEMU.CO - Krisis di Selat Hormuz kini tidak hanya soal konflik geopolitik, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi yang langsung terasa hingga ke seluruh dunia.

Salah satu isu paling mencuri perhatian adalah tarif fantastis yang dikenakan kepada kapal-kapal yang ingin melintasi jalur vital tersebut.

Angkanya pun tak main-main—mencapai sekitar 2 juta dolar AS atau setara Rp33 miliar per kapal.

Kebijakan ini muncul setelah Iran memperketat kontrol di Selat Hormuz sebagai respons atas konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Jalur yang biasanya menjadi penghubung utama distribusi minyak global ini kini berubah menjadi titik tekanan baru dalam perekonomian dunia.

Iran beralasan bahwa pungutan tersebut merupakan bentuk biaya keamanan bagi kapal yang melintas di wilayah yang mereka kendalikan.

Baca Juga: Upgrade Diri Tanpa Capek Berlebihan: Cara Cerdas Berkembang di 2026 Tanpa Overwork

Bagi pelaku industri pelayaran dan energi, tarif ini menjadi beban tambahan yang sangat besar. Selat Hormuz selama ini dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari.

Dengan adanya biaya transit yang melonjak drastis, otomatis biaya distribusi energi ikut meningkat.

Dampaknya, harga minyak global pun terdorong naik hingga menembus angka di atas 100 dolar AS per barel.

Tidak hanya soal biaya, situasi di lapangan juga semakin kompleks. Hampir 2.000 kapal dilaporkan tertahan di sekitar kawasan tersebut.

Banyak operator kapal memilih menunggu daripada langsung melintas karena risiko yang tinggi serta biaya yang tidak masuk akal.

Kondisi ini memperlihatkan betapa tarif tinggi tersebut bukan sekadar kebijakan ekonomi, tetapi juga strategi tekanan dalam konflik yang sedang berlangsung.

Beberapa negara yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah mulai merasakan dampaknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Aljazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X