Tarif Impor 39% Trump Hentikan Ekspor Emas Batangan Swiss ke AS, Industri Logam Mulia Terguncang

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Senin, 11 Agustus 2025 | 09:39 WIB
Ilustrasi sektor produksi emas batangan dalam industri logam mulia global. (Unsplash.com/ScottdaleMint)
Ilustrasi sektor produksi emas batangan dalam industri logam mulia global. (Unsplash.com/ScottdaleMint)

TITIKTEMU.CO – Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menuai sorotan, kali ini terkait penerapan tarif impor sebesar 39 persen untuk emas batangan yang masuk ke pasar AS.

Aturan tersebut tercantum dalam situs resmi Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP), yang menetapkan tarif khusus untuk produk emas batangan impor. Berdasarkan putusan CBP, emas batangan dengan kode HS 7108.13.5500—termasuk ukuran populer seperti 1 kilogram dan 100 troy ounce—tidak termasuk dalam daftar produk yang mendapatkan pembebasan tarif dari negara tertentu.

Akibatnya, pengiriman emas batangan dari berbagai negara, termasuk Swiss, kini otomatis dikenakan tarif 39 persen. Kebijakan ini langsung memicu reaksi keras dari industri logam mulia global.

Baca Juga: Ibnu Sina: Filsuf dan Dokter Muslim yang Menegaskan Pentingnya Kesehatan Mental untuk Kecerdasan

Presiden Asosiasi Produsen dan Pedagang Logam Mulia Swiss (ASFCMP), Christoph Wild, menyebut langkah tersebut sebagai pukulan telak bagi industri. “Dengan tarif 39 persen, ekspor emas batangan ke AS pasti akan berhenti,” ujarnya, dikutip dari Reuters pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Beberapa produsen emas di Swiss bahkan telah menghentikan pengiriman mereka ke AS segera setelah kebijakan diumumkan.

Meski demikian, Gedung Putih dikabarkan tengah menyiapkan perintah eksekutif untuk memperjelas aturan ini. Spekulasi muncul bahwa tarif tinggi tersebut bisa saja terjadi akibat kesalahan administrasi.

Baca Juga: Studi: Fenomena 2025 Gelombang Mundurnya Pekerja Perempuan AS Akibat Hilangnya Fleksibilitas Kerja dan Biaya Childcare

Analis independen Ross Norman menjelaskan, Swiss selama ini menjadi pusat penyulingan dan transit emas dunia, sedangkan Inggris dikenal sebagai pusat perdagangan emas bebas terbesar. Negara penambang utama seperti Afrika Selatan dan Kanada juga terkena dampak. “Mengenakan tarif 39 persen pada kilobar Swiss sama saja seperti menuangkan pasir ke dalam mesin yang berjalan lancar. Namun, ada kemungkinan ini hanya kekeliruan,” jelasnya.

Seorang manajer senior di kilang emas besar di Swiss mengungkapkan bahwa perusahaannya langsung menghentikan ekspor ke AS usai keputusan CBP. Hal yang sama juga dilakukan pelaku industri logam mulia dari luar Swiss.

Baca Juga: 10 Ide Tema 17 Agustus yang Unik dan Bermakna untuk Meriahkan HUT ke-80 RI, Cocok untuk Jenis Acara

Sementara itu, analis StoneX Rhona O’Connell menilai pasar emas berjangka AS masih aman karena pasokan emas di gudang Comex sangat tinggi. Stok ini sempat melonjak pada Desember–Maret lalu, imbas kekhawatiran tarif impor. “Persediaan COMEX saat ini mencapai 86 persen dari open interest, dibandingkan rata-rata 40–45 persen biasanya. Jadi, tidak ada masalah likuiditas untuk saat ini,” jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X