Cikal bakal hadirnya gamelan dan kemudian menjadi mata kuliah tersebut, terkait erat dengan inisiatif KBRI yang dipimpin oleh Dubes Agung Kurniadi yang secara aktif melakukan komunikasi dan pendekatan kepada pihak universitas.
Akhirnya pada tahun 2022 disepakati kerja sama peminjaman gamelan kepada Universidad de Las Artes (UArtes).
Baca Juga: Menparekraf Apresiasi Festival Kota Lama Semarang Masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2024
Tidak berhenti pada itu saja, KBRI kemudian secara periodik menghadirkan maestro Gamelan Bapak Joko Ngadimin untuk mengajar kelas gamelan setiap tahunnya.
Selain secara rutin mengikuti perkuliahan gamelan, para mahasiswa dalam kelas ini, dengan dukungan KBRI, juga telah tampil mengikuti berbagai event di Ekuador yang turut serta menampilkan dan memperkenalkan gamelan kepada khalayak Ekudor.
Festival Jazz Ekuador 2024, tercatat sekitar 600 orang penonton Ekuador hadir.
Terlihat Duta Besar RI Quito Agung Kurniadi, pejabat KBRI, sejumlah counterpart Ekuador KBRI dan diaspora Indonesia.
KBRI Quito berharap, melalui kegiatan ini tidak hanya pada mengenalkan seni budaya Indonesia kepada masyarakat Ekuador, tetapi akan menarik minat wisatawan Ekuador ke Indonesia.
BPS mencatat jumlah wisatawan Ekuador ke Indonesia hingga Juli 2024 sudah mencapai 970 orang, pada periode yang sama tahun 2023 berjumlah 765 orang.
Bulan Agustus ini, alumni dan mahasiswa Uartes, Carlos dan Daniel baru saja kembali dari Indonesia setelah mengikuti beasiswa Darmasiswa di Jakarta dan Yogyakarta.***
Artikel Terkait
Gamelan Disahkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO
4 Sekolah Negeri di Surakarta, Terima Bantuan Gamelan, Sarana Pembentukan Karakter Siswa
Pemda DIY Hibahkan Gamelan Untuk Warga Perantauan
UGM Ajak Mahasiswa Asing Mengenal Indonesia Lewat Batik dan Gamelan
Jogja Historical Orchestra, Kerennya Kolaborasi Orkestra , Gamelan Dan Aksi Teatrikal
Gamelan Elektronik Buatan Peneliti UGM Tampil Memukau
BRI Mampu Berdayakan UMKM Ini Optimalkan Produk Bambu Hingga Mancanegara