Beberapa negara yang menjadi tujuan utama ekspor kopi Toraja adalah Jepang dan Amerika. Karakteristik kopi ini unik karena hampir tidak menyisakan after taste pahit yang mengganggu.
Sensasi pahit hanya terasa di awal dan akan hilang dalam sekali teguk. Kopi Toraja dan mayoritas kopi lainnya yang tumbuh di Sulawesi cenderung punya rasa earthy, seperti rasa tanah atau hutan dengan kandungan asam rendah.
Arabika Java Ijen Raung
Satu kontainer kopi Java Ijen Raung khas Bondowoso pertama kali diekspor pada 2011, tapi popularitasnya di luar negeri kian meroket. Hingga 2016, Indonesia berhasil mengekspor 43 kontainer atau setara dengan 858,91 ton kopi.
Kopi Java Ijen Raung punya ciri khas unik yakni rasa sedikit pedas dengan aroma bunga hutan. Tingkat asamnya sedang, tapi cenderung ke asam Jawa daripada citrus.
Liberika Rangsang Meranti, Riau
Kopi Liberika dari Kepulauan Meranti ini menjadi kopi terbaik setelah menyabet sertifikasi Indikator Gegrafis (IG). Kopi ini juga dinobatkan sebagai hasil pertanian terbaik oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Nasional Indonesia. Liberika Rangsang Meranti sangat populer di Malaysia dan Singapura.
Arabika Bajawa, Flores
Arabika Bajwa cukup diminati karene memiliki kekentalan cukup pekat dengan tingkat keasaman yang rendah. Kopi Bajawa tumbuh subur karena abu vulkanik dari gunung berapi, dan dibudidayaan menggunakan cara organik. Pemupukan menggunakan pupuk adalah pupuk alami tanpa pestisida.
Berbeda dengan kebanyakan kopi di Indonesia, Arabika dari kawasan Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur, ini didominasi rasa cokelat dan vanili dengan after taste nutty. Arabika Bajawa banyak diekspor ke Amerika.
Robusta Temanggung
Robusta Remanggung mudah dikenali dari aroma tembakau. Citarasanya pahit, meski tidak menyengat seperti jenis kopi robusta lain seperti Dampit, Lampung, dan Sidikalang.
Namun justru inilah yang justru digemaro. Robusta Tenganggu begitu khas dan unik. Pasar ekspornya adalah negara-negara di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin.***