gaya-hidup

Baim Wong Siapkan Lokasi Ini kalau Citayam Fashion Week Tak Bisa Digelar Lagi di Dukuh Atas

Senin, 25 Juli 2022 | 12:23 WIB
Baim Wong memberikan klarifikasi setelah mendaftarkan merek Citayam Fashion Week ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) atas nama perusahaan mereka, PT Tiger Wong Entertainment (pic/instagram baim wong)

 

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Niat baik, tak selalu ditanggapi dengan baik oleh orang lain. Hal itulah  yang dialami baru-baru ini oleh aktor Baim Wong beserta istrinya, yang tengah dikritik habis-habisan oleh publik di media sosial.

Hal itu dikarenakan Baim Wong ketahuan mendaftarkan merek Citayam Fashion Week  ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) atas nama perusahaan mereka, PT Tiger Wong Entertainment.

Baca Juga: Panglima TNI: Dokter F dari RSPAD Dipilih PDFI Ikut Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

PT Tiger Wong Entertainment mendaftarkan merek yang diambil dari fenomena ala Harajuku yang dilatarbelakangi oleh para remaja kreatif ini pada 20 Juli 2022 dengan status Dalam Proses.

Hal tersebut dapat diketahui publik pada laman website PDKI. Ketika diakses pada Minggu (24/7/2022), didapat informasi bahwa pendaftaran brand Citayam Fashion Week diajukan pada tanggal 20 Juli 2022 lalu. Namun, saat ini pengajuan tersebut dituliskan masih dalam proses. 

Pendaftaran merek Citayam Fashion Week oleh perusahaan milik Baim Wong (pic/ pdki-indonesia.dgip.go.id/detail)

Tak hanya itu, tampaknya Baim Wong bahkan sudah membuatkan logo untuk Citayam Fashion Week. Logo dengan inisial setiap kata dari frase tersebut, yakni CFW dipadukan dengan aksen warna merah biru dan hijau.

Bahkan komedian Ernest Prakasa sampai menyebut sosok Baim Wong sebagai manusia serakah karena hal itu. Baim Wong lantas mengomentari kritik tersebut via instagramnya.

"Daftarin Open Mic ke Haki. Daftarin Roasting ke Haki. Daftarin Citayam Fashion Week ke HAKI. Serakah banget jadi manusia," ujar Ernest Prakasa dikutip dari akun twitternya, Minggu (24/7/2022).

Baca Juga: 'KEMARIN, SAHABAT SAYA TELEPON' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Tak sampai di situ, Ernest juga membuat thread yang isinya menguliahi bagaimana seharusnya HAKI itu dimanfaatkan untuk melindungi hasil karya seniman, bukan semata-mata untuk mengambil keuntungan dari situ.

“HAKI itu H-nya adalah Hak. Kok bisa-bisanya merasa berhak atas sesuatu yang bukan ciptaan mereka sendiri. Gak tau malu,” tuturnya. 

“HAKI itu dibuat untuk melindungi kreator, agar pekerja kreatif bisa sejahtera dari ide & karya mereka sendiri. Bukannya dulu-duluan maen sikat mumpung belom ada yang daftarin. Tolong lah dipake akal sehat & hati nuraninya,” lanjut Ernest.

Halaman:

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB