Sebab, lidah buaya memiliki kemampuan untuk menutup stomata daun sampai rapat pada musim kemarau. Hal ini bertujuan agar lidah buaya tidak kehilangan air dari daunnya.
Lidah buaya adalah salah satu tanaman yang diuji NASA dalam studi udara bersih. Lidah buaya diketahui sebagai tanaman hias yang membuat udara lebih bersih selain buahnya bermanfaat untuk banyak hal.
Baca Juga: Nyesek! Ini 7 Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Selain UMY
Lidah buaya menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen ke udara di sekitarnya.
Hal tersebut turut memunculkan keyakinan jika menaruh lidah buaya dalam pot kecil di dalam kamar, bisa membantu mendapatkan tidur yang lebih nyenyak berkat oksigen yang dilepaskan ke udara.
Selain menyerap karbon dioksida, sukulen pada lidah buaya juga menyerap zat seperti formaldehida dan benzena.
Lidah buaya tidak dapat terkena sinar matahari langsung, jadi sebaiknya jangan menjemurnya panas-panas.
Baca Juga: Tok! Biaya Umrah Rp28 Juta, Diberangkatkan Setelah 6 Januari
Sebelum menyiram periksa terlebih dahulu kondisi tanah, jika lembap cukup semprotkan air secukupnya. Jangan biarkan air menggenang di dalam pot karena akar bisa membusuk. Selain itu, pemberian pupuk sekali dalam sebulan.
- Sri Rejeki (Aglonema)
Sri Rejeki atau lebih populer dengan sebutan Aglonema banyak dipelihara di kalangan penyuka tanaman hias dan terdapat dalam banyak varietas.
Ada beberapa varietas Sri Rejeki, di antaranya ada yang memiliki warna keperakan pada bagian tengah daun selain warna merah, warna umum pada jenis tanaman aglonema ini.
Baca Juga: PTM 100 Persen di Solo Mulai Februari, Gibran: Saya Nggak Mau Gegabah!
Tananaman Aglonema bisa mengatasi segala macam kontaminan. Dalam sebuah penelitian mengungkapkan bahwa tanaman ini telah memiliki efek antimikroba dari 50% oleh jamur dan bakteri berbahaya yang mencemari udara.