Dan kami berharap yang terbaik untuk teknisi yang bekerja mengembalikan layanan pada platform lain #senin,” tulis Signal di akun Twitter-nya, Senin.
Berbeda dengan aplikasi lain, Signal hanya menyimpan nomor HP pengguna. Sebagai organisasi nirlaba, perusahaan tidak membagikan nomor pengguna ke pihak lain.
Baca Juga: Awas Prank!! Uang Koin Laku Ditukar Jutaan Rupiah di Media Sosial
Signal mulai dikenal pada awal 2021, saat kebijakan privasi WhatsApp menjadi kontroversi sehingga membuat pengguna mengancam meninggalkan WhatsApp.
Pada kuartal I-2020, lembaga riset App Annie menyebut Signal mencatatkan pertumbuhan pengguna tertinggi.
Menurut Sensor Tower, kenaikan pengguna Signal dalam enam bulan pertama 2021 sebanyak 1.192 persen dibanding tahun pertama beroperasi. Total jumlah pengguna mencapai 64,6 juta.
Selain Signal, diperkirakan Telegram juga akan menjadi alternatif bagi pengguna WhatsApp selama aplikasi tersebut down selama 6 jam.
Telegram merupakan aplikasi perpesanan singkat yang berlokasi di London, tapi dioperasikan di Dubai.
Telegram melaui akun Twitternya menyebut serbuan pengguna baru terjadi akibat “migrasi besar-besaran dari aplikasi hijau ke sini.”
Telegram diklaim mengedepankan fitur privasi pengguna, dan memastikan data dienkripsi. Ini untuk menghindari peretasan dari perorangan dan pemerintahan.
Berbeda dengan Signal, Telegram akan mengakses dan menyimpan info kontak dan ID pengguna.***