gaya-hidup

Kenapa Pasangan yang Sering Bertengkar Justru Bisa Lebih Awet? Ini Alasannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:49 WIB

TITIKTEMU.CO-Ada pasangan yang hampir tidak pernah terlihat bertengkar, tetapi hubungannya justru terasa dingin. Sebaliknya, ada pasangan yang bisa ribut gara-gara hal sepele—dari uang belanja sampai siapa yang lupa menjemput anak—namun tetap bersama bertahun-tahun.

Jadi, apakah pasangan yang sering bertengkar sebenarnya bisa punya hubungan yang lebih awet?

Jawabannya: bisa, tetapi bukan karena pertengkarannya. Yang lebih menentukan adalah apa yang dilakukan pasangan setelah konflik muncul.

Baca Juga: Bali Butuh Listrik Lebih Kuat, PLN Buka Tender PLTGU 900 MW—Apa yang Dibangun?

Pasangan yang Sering Bertengkar Tidak Selalu Berarti Hubungannya Buruk

Anggapan bahwa hubungan sehat harus selalu adem ternyata terlalu sederhana. Penelitian John Gottman dan Lowell Krokoff terhadap interaksi pasangan menemukan bahwa ketidaksepakatan dan kemarahan dalam konflik tidak selalu memprediksi memburuknya kepuasan pernikahan dalam jangka panjang. Dalam kondisi tertentu, konflik justru dapat diikuti perbaikan kepuasan hubungan.

Artinya, berbeda pendapat bukan otomatis tanda hubungan sedang menuju ujung jalan. Dua orang yang hidup bersama tentu membawa kebiasaan, kebutuhan, dan cara berpikir yang berbeda.

Masalahnya bukan apakah pasangan pernah bertengkar. Pertanyaan yang lebih penting adalah: ketika bertengkar, apakah mereka masih bisa saling mendengarkan?

Baca Juga: Mau Punya Pengalaman di Dunia Pajak? Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Resmi Dibuka

Konflik Bisa Menjadi Cara Mengenal Pasangan

Bagi pasangan yang menikah muda, pertengkaran sering menjadi semacam “rapat keluarga” versi tidak resmi. Dari sana, pasangan bisa mengetahui apa yang sebenarnya membuat satu sama lain kecewa, takut, atau merasa tidak dihargai.

Misalnya, pertengkaran soal pasangan yang terlalu sering lembur mungkin ternyata bukan semata soal jam kerja. Di baliknya bisa ada rasa kesepian atau kebutuhan untuk mendapatkan lebih banyak waktu bersama.

Konflik yang dibicarakan dengan terbuka memberi kesempatan untuk menemukan akar persoalan. Penelitian pada pasangan muda juga menunjukkan bahwa kemampuan memahami sudut pandang pasangan selama konflik berkaitan dengan pengalaman positif dan kepuasan hubungan.

Baca Juga: Job Fair Kubar Sudah Selesai, Tapi 355 Pencari Kerja Masih Berjuang Dapat Kursi di Perusahaan

Yang Bikin Hubungan Awet Bukan Ributnya, Tapi Cara Berdamainya

Nah, di sinilah letak perbedaannya.

Ada pasangan yang selesai bertengkar lalu bisa kembali ngobrol, bercanda, meminta maaf, atau mencari jalan tengah. Ada pula yang memilih diam berhari-hari, saling menyindir, atau mengungkit kesalahan lama.

Halaman:

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB