TITIKTEMU.CO-Di tengah kemacetan yang semakin padat dan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat yang terus meningkat, konsep kota ramah pejalan kaki mulai mendapat perhatian lebih besar. Bukan sekadar soal trotoar yang lebar, kota yang walkable memungkinkan warganya berpindah tempat dengan nyaman, aman, dan efisien tanpa selalu bergantung pada kendaraan pribadi.
Meski Indonesia belum memiliki sistem pemeringkatan nasional seperti Walk Score yang populer di Amerika Serikat, sejumlah indikator dari laporan mobilitas perkotaan Bappenas, ketersediaan transportasi publik, konektivitas kawasan, serta kualitas ruang pejalan kaki dapat memberikan gambaran kota-kota yang paling mendekati konsep walkable city.
Baca Juga: Slow Living Bukan Tren — Ini Kota yang Sudah Lama Menjalaninya
Apa yang Membuat Sebuah Kota Ramah Pejalan Kaki?
Metodologi Walk Score menilai kemudahan seseorang menjangkau kebutuhan sehari-hari dengan berjalan kaki. Semakin dekat fasilitas seperti sekolah, taman, toko, kantor, dan transportasi publik, semakin tinggi tingkat walkability sebuah kawasan.
Selain itu, faktor keamanan, kualitas trotoar, penyeberangan jalan, pohon peneduh, dan integrasi dengan transportasi umum juga berperan besar.
Dalam konteks Indonesia, kota yang ramah pejalan kaki biasanya memiliki pusat aktivitas yang terkonsentrasi dan infrastruktur yang mendukung mobilitas non-kendaraan.
Baca Juga: Kota-Kota Ini Punya Udara Paling Bersih di Indonesia — Cek Datanya
Yogyakarta: Kota yang Secara Alami Mendukung Aktivitas Berjalan Kaki
Yogyakarta sering disebut sebagai salah satu kota paling nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki.
Aktivitas Harian Berada dalam Radius Dekat
Banyak kawasan di pusat kota memiliki kepadatan fungsi yang tinggi. Tempat makan, penginapan, kampus, toko, dan ruang publik berada dalam jarak yang relatif dekat satu sama lain.
Kondisi ini membuat berjalan kaki menjadi pilihan yang realistis bagi warga maupun wisatawan.
Selain itu, budaya berjalan kaki dan bersepeda masih cukup kuat dibanding banyak kota besar lainnya.
Baca Juga: Kota dengan Biaya Hidup Paling Rendah tapi Fasilitas Tetap Lengkap, Cocok untuk Remote Worker
Bandung: Walkability yang Terus Berkembang
Bandung menghadapi tantangan kemacetan yang tidak kecil. Namun dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penataan kawasan publik telah meningkatkan pengalaman berjalan kaki.
Ruang Publik Semakin Terhubung
Revitalisasi trotoar di sejumlah koridor utama membuat pejalan kaki memiliki ruang yang lebih aman dan nyaman.