Menariknya, hidup lambat bukan berarti malas.
Slow living justru mengajarkan manusia memilih apa yang benar-benar penting.
Bukan hidup tanpa ambisi.
Tetapi hidup tanpa kehilangan diri sendiri.
Rumah kecil sering kali memaksa penghuninya hidup lebih sadar.
Karena ruang terbatas membuat orang belajar memilah kebutuhan dan keinginan.
Tidak heran banyak keluarga urban mulai meninggalkan gaya hidup konsumtif yang melelahkan.
Mereka memilih rumah yang cukup dibanding rumah yang memaksa terus bekerja tanpa jeda.
Mereka memilih waktu bersama keluarga dibanding lembur tanpa akhir.
Dan ternyata, kebahagiaan memang tidak selalu membutuhkan ruang besar.
Kadang yang dibutuhkan hanya meja makan kecil, udara sore yang tenang, dan orang-orang yang hadir sepenuhnya di dalam rumah.***