TITIKTEMU.CO-Di tengah padatnya rutinitas harian kita sering kali bermimpi untuk memiliki waktu luang bagi diri sendiri.
Kita membayangkan betapa nikmatnya duduk santai tanpa melakukan apa pun demi melepas lelah yang menumpuk.
Namun ironisnya saat momen berharga itu akhirnya tiba pikiran kita justru mendadak menjadi sangat gelisah.
Baca Juga: Tren Anti-Tren 2026: Kenapa Perabot Rotan dan Kayu Jati Lokal Kembali Merajai Rumah Modern?
Bukannya merasa tenang kita malah sibuk memikirkan tumpukan pekerjaan rumah atau tugas kantor yang belum selesai.
Fenomena psikologis yang unik ini dikenal luas di dunia medis barat dengan istilah leisure anxiety.
Kondisi ini menggambarkan sebuah rasa cemas yang hebat dan mengganggu justru ketika seseorang sedang mencoba beristirahat.
Baca Juga: Ekonomi Kreatif Rp1.000 Triliun: Peluang Besar yang Masih Dilewatkan Anak Muda Indonesia
Bagi banyak perempuan dan ibu muda di Indonesia menikmati waktu sendiri kini terasa seperti sebuah dosa besar.
Ada suara halus di dalam kepala yang terus berbisik bahwa kita sedang menjadi orang yang sangat malas.
Kita merasa bersalah karena membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa menghasilkan sesuatu yang dianggap produktif.
Baca Juga: Bukan Cuma Tabungan: Ini Cara Keluarga Muda Indonesia Investasi pada Pengalaman, Bukan Barang
Media sosial juga turut memperparah kondisi ini dengan standar me time mereka yang tampak sangat sempurna.
Kita dipaksa percaya bahwa istirahat yang baik harus diisi dengan kegiatan estetis seperti perawatan di salon mewah.