gaya-hidup

Resolusi Tahun Baru Bukan Tradisi Baru, Jejaknya Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu

Jumat, 2 Januari 2026 | 21:32 WIB
Resolusi Tahun Baru Bukan Tradisi Baru, Jejaknya Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu. (news.northampton.edu)

TITIKTEMU.CO – Membuat resolusi setiap pergantian tahun kerap dianggap kebiasaan modern. Padahal, jauh sebelum kalender masehi, manusia sudah menjadikan awal tahun sebagai momen refleksi, janji, dan harapan baru.

Dari Babilonia kuno hingga era modern, resolusi Tahun Baru terus berevolusi mengikuti zaman. Tradisi ini tetap bertahan dan dilakukan lintas generasi hingga kini.

Begitulah, setiap awal tahun, banyak orang menuliskan resolusi: melakukan diet ketat, hidup lebih sehat, menjadi pribadi lebih baik, meski biasanya sering berakhir hanya sebagai daftar niat.

Baca Juga: Tradisi Makan 12 Anggur di Bawah Meja Saat Tahun Baru, Benarkah Bisa Datangkan Keberuntungan? 

Menariknya, kebiasaan membuat resolusi ternyata bukan fenomena kekinian. Akar sejarahnya dapat ditelusuri hingga hampir 4.000 tahun lalu, yaitu di masa peradaban Babilonia kuno.

Menurut Profesor sejarah kuno dan Kekristenan awal dari University of Birmingham, Candida Moss, keinginan untuk memulai dari awal adalah dorongan yang sangat manusiawi.

Sejak dulu, manusia menjadikan pergantian tahun sebagai penanda waktu untuk mengevaluasi diri dan menyusun rencana baru. Tradisi ini berkembang menjadi resolusi Tahun Baru seperti yang dikenal sekarang.

Baca Juga: Bukan Sekadar Anggur: Ritual 12 Buah di Bawah Meja yang Dipercaya Mengundang Hoki Tahun Baru

Awal Mula dari Babilonia Kuno

Berdasarkan catatan sejarah, termasuk National Geographic, bangsa Babilonia merupakan salah satu peradaban pertama yang merayakan Tahun Baru secara terstruktur.

Mereka menggelar festival keagamaan yang dikenal sebagai Akitu, biasanya berlangsung selama beberapa hari dan berkaitan erat dengan siklus pertanian serta titik balik musim semi.

Profesor bahasa dan peradaban Timur dari Yale University, Eckart Frahm, menyebut festival Tahun Baru di Babilonia sarat dengan ritual religius.

Baca Juga: Malam Tahun Baru Tanpa Layar: Cara Keluarga Kembali Benar-Benar Hadir 

Masyarakat mengucapkan rasa syukur kepada para dewa atas panen yang melimpah sekaligus memohon perlindungan untuk tahun yang akan datang. Dalam konteks inilah, janji atau sumpah kepada para dewa diucapkan.

Halaman:

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB