gaya-hidup

Mengapa Kita Sering Merasa Tidak Cukup? Psikologi Self-Worth yang Jarang Diajarkan

Minggu, 30 November 2025 | 09:35 WIB
Ilustrasi Mengapa kita merasa tidak cukup? (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Ada momen ketika pencapaian sebesar apa pun terasa kurang. Sudah bekerja keras, sudah mencoba menjadi versi terbaik, namun tetap ada suara kecil yang berkata, “Kamu belum cukup.”

Perasaan ini bukan hanya milik sebagian orang—banyak dari kita mengalaminya, bahkan tanpa sadar. Rasa tidak cukup ini berkaitan erat dengan self-worth, atau nilai diri, sesuatu yang sebenarnya sangat fundamental, tetapi jarang sekali diajarkan sejak kecil.

Mengapa kita bisa merasa tidak cukup, dan bagaimana cara memutus siklus ini? Mari kita bahas lebih dalam secara manusiawi dan ringan.

Baca Juga: Silent Reset: Cara Diam-Diam Memperbaiki Hidup Tanpa Perlu Mengumumkan Apa Pun

1. Standar Sosial yang Terus Bergerak

Dulu, pencapaian dilihat dari hal sederhana: bekerja, hidup stabil, punya hubungan yang sehat. Namun sekarang, standar berubah drastis.

Media sosial membuat hidup orang lain tampak sempurna: karier cepat naik, traveling tiap bulan, tubuh ideal, bisnis sukses.

Tanpa sadar, otak membandingkan diri pada “highlight” orang lain. Padahal kita hidup 24 jam dengan realita, sementara yang kita lihat hanya sorotan terbaik versi orang lain.

2. Pola Asuh dan Validasi Eksternal

Banyak dari kita tumbuh dengan pola asuh yang berfokus pada prestasi.

“Nilaimu harus bagus.”

“Kalau juara, baru dipuji.”

Akibatnya, otak belajar bahwa nilai diri diukur dari pencapaian eksternal, bukan dari siapa diri kita sebenarnya.

Ketika dewasa, kita terus mengejar pencapaian untuk merasakan “layak dicintai”, padahal yang kita butuhkan adalah penerimaan.

Halaman:

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB