TITIKTEMU.CO - Di tengah banjir konten cepat, filter estetika, dan komentar tanpa jeda, muncul tren baru yang justru melawan arus: stoisisme.
Ya, filsafat tua dari Yunani-Romawi ini kini menemukan rumah barunya di TikTok — tempat di mana generasi Gen Z berbagi bukan hanya life hacks, tapi juga life philosophy.
Bukan sekadar kutipan bijak seperti “Stay calm” atau “Let it be”, stoisisme versi anak muda ini menjadi bentuk perlawanan halus terhadap dunia yang serba reaktif.
Mereka belajar satu hal dari Marcus Aurelius, sang Kaisar Filsuf: kendalikan yang bisa kamu kendalikan, lepaskan yang tidak.
Baca Juga: Mindfulness Bukan Sekadar Tren: Cara Tetap Waras di Dunia yang Terlalu Cepat
Dari Istana Roma ke Layar Smartphone
Marcus Aurelius, penulis Meditations, tidak pernah membayangkan bahwa dua ribu tahun setelah wafatnya, kata-katanya akan menjadi sound di TikTok.
Kalimat seperti “You have power over your mind—not outside events” kini diiringi lo-fi beat dan muncul di FYP anak muda yang sedang burnout.
Namun, fenomena ini bukan sekadar tren estetik.
Bagi banyak Gen Z, stoisisme menjadi alat bertahan hidup digital.
Ketika dunia maya penuh perbandingan dan ekspektasi, prinsip stoik menawarkan sesuatu yang langka: ketenangan dalam kekacauan.
“Daripada overthinking soal komentar orang, gue belajar fokus ke reaksi gue sendiri,” tulis salah satu pengguna TikTok dalam caption videonya yang viral.
Ini adalah bentuk baru dari mindfulness — tapi lebih real, lebih grounding, dan lebih... Gen Z style.
Stoik, Tapi Tetap Manusia