2. FOMO Ekonomi karena Sosial Media
Scrolling Instagram atau TikTok bisa memicu rasa minder. Melihat teman "lebih sukses" dengan mobil, traveling, gadget terbaru, membuat banyak orang merasa gagal padahal perjalanan hidup tiap orang berbeda.
3. Budaya Hustle: Kerja Terus, Bahagia Nanti
Generasi muda dipaksa untuk produktif terus. Punya satu pekerjaan dianggap kurang, harus side job juga.
Niatnya cari keamanan finansial, tapi kalau tak seimbang, ujungnya burnout.
4. Kurangnya Edukasi Keuangan
Ironisnya, banyak yang lulus kuliah tapi tidak paham cara mengelola uang.
Tidak diajarkan cara membuat anggaran, investasi, dana darurat, atau literasi finansial lainnya.
Baca Juga: Delegasi Wewenang yang Dipertanyakan: Kesaksian Karen Agustiawan dalam Kasus Terminal BBM Merak
Dampak Financial Anxiety
Jika dibiarkan, financial anxiety bisa menyebabkan:
- Gangguan tidur karena pikiran tak tenang.
- Menurunnya kesehatan mental (cemas, mudah panik, depresi).
- Hubungan sosial terganggu karena menutup diri.
- Keputusan finansial buruk seperti impulsive buying atau gali lubang tutup lubang.
Cara Mengatasi Financial Anxiety
Tenang, financial anxiety bukan akhir dunia.
Ini bisa diatasi dengan langkah kecil dan konsisten:
1. Kenali Kondisinya