Karena setiap tuntutan gaya hidup saat ini yang sebelumnya tidak terekspos dari gaya hidup para selebgram yang melakukan flexing baru terjadi ketika saat internet menjadi konsumsi utama.
Tanpa disadari konsumsi internet berlebihan membuat gen Z membandingkan gaya hidup yang ia miliki dengan tuntutan gaya hidup yang diperlihatkan di internet.
Akhirnya terbentuk kultur baru seperti healing ke tempat viral, beli gadget mahal, onton konser dan nongkrong di tempat keren sehingga bisa membentuk gaya hidup baru.
Dengan melakukan segala cara untuk memenuhi tuntutan itu dengan pinjaman online bahkan judi online.
Baca Juga: Jadwal Harian untuk Anak Autisme: Kunci Menuju Potensi Maksimal
Selain pengaruh lingkungan gen Z terlihat lemah karena adanya kesulitan ekonomi saat ini.
Selama 5 tahun terakhir gen Z bertumbuh menjadi angkatan kerja baru yang terus bertambah tetapi kebutuhan pekerja justru menurun setelah pandemi covid-19 dan keberadaan Ai dan robot otomasi.
Gen Z juga harus berhadapan dengan stabilisasi ekonomi yang terus tidak menentu akibat pandemi dan inflasid dan nilai tukar mata uang yang menurun.
Baca Juga: SEMPURNA. Gadis Ini Lulus S2 UGM di Usia 22 tahun dengan IPK Sempurna
Sehingga banyak Gen Z terkena hantaman permasalahan ekonomi hingga menjadi generasi sandwich selain juga karena mereka memiliki tuntutan hidup yang tinggi untuk bersaing saat ini.
Seperti kebutuhan untuk bekerja mereka harus punya Smartphone, pulsa, kuota dan berlangganan aplikasi dan software untuk kebutuhan kerja.
Sehingga tidak heran laporan dari Deloite bahwa 51% gen z dan 45% kaum milenial menginginkan membeli barang baru setelah melihat media sosial.
Baca Juga: Jadwal Harian untuk Anak Autisme: Kunci Menuju Potensi Maksimal
Dan menurut laporan Ey gen Z adalah generasi yang memiliki tingkat kecemasan paling tinggi terhadap masa depan finansial mereka.