TITIKTEMU.CO- Gen Zatau generasi kelahiran tahun 1997 sampai 2012 kini telah berubah menjadi generasi angkatan kerja termuda.
Di samping cap buruk dan julukan negatif dari masyarakat bahwa gen Z memiliki mental lemah,mudah stres, ingin serban instan dan sifat buruk lainnya.
Ternyata bukan karena mental yang lemah tetapi sebenarnya permasalahan utamanya karena gen Z harus berhadapan dengan berbagai dinamika jatuh bangun dan tantangan ekonomi modern terutama pasca pandemik covid 19.
Baca Juga: Ada Apresiaksi Remaja Masjid Indonesia, Ini Cara Daftarnya!
Padahal gen Z adalah generasi yang paling gila kerja karena mereka ingin memenuhi tuntutan gaya hidup yang cukup tinggi di zaman sekarang.
Mereka rela bekerja full time dan juga mengambil job freelance hanya untuk menambah penghasilan agar bisa memenuhi tuntutan gaya hidup saat ini.
Selain itu gen Z juga merupakan generasi yang sangat konsumtif dan mudah sedikit-sedikit healing untuk meredakan stres karena beban kerja tinggi hingga sulit menabung.
Tetapi Benarkah semua cap negatif itu muncul karena sifat asli mereka atau justru mereka menghadapi tantangan yang sangat berat dalam kondisi ekonomi saat ini?
Ternyata gen Z harus menghadapi kondisi lingkungan yang tidak mendukung sejak dini.
Faktanya Gen Z lahir pada lingkungan yang mengonsumsi teknologi informasi sejak mereka usia dini menyerap informasi dan referensi dari sosial media dan internet seluruhnya.
Baca Juga: Sokong Ekonomi Kerakyatan, BRI Salurkan Kredit UMKM BRI Rp1.105,70 Triliun
Sehingga referensi gen Z tentang tuntutan gaya hidup, persepsi kesuksesan gambaran teladan ideal dan cara mengekspresikan diri seluruhnya diserap informasi dari hal yang trending di internet.
Meskipun keberadaan teknologi informasi memiliki dampak positif yang tinggi untuk memudahkan kehidupan tetapi perlu diakui terdapat juga efek negatif dari internet.