Artinya:
Tingkah laku saya yang keliru, perbuatan saya yang menyakiti hati, semoga selalu mendapat maaf karena semua ini saya lakukan atas dasar cinta dan kasih kepada Mas/Mba.
Dengan menjaga tradisi sungkem lebaran dan menggunakan bahasa Jawa halus, kita dapat menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan keluarga dan orang-orang terdekat.
Semoga tradisi ini tetap dilestarikan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa.***