Padahal, APA mencatat bahwa menghindari masalah keuangan cenderung menciptakan lebih banyak persoalan dan kecemasan dalam jangka panjang. Sebaliknya, membuat rencana keuangan yang konkret dapat membantu seseorang mendapatkan kembali kendali.
Baca Juga: Generasi Paling Melek Teknologi, Tapi Paling Buta Keuangan? Paradoks Gen Z yang Mengejutkan
Cara Memutus Siklus Tanpa Memaksa Diri
Tidak perlu langsung membuat spreadsheet keuangan 20 kolom. Mulailah dengan sesuatu yang terasa ringan.
Misalnya, cukup buka rekening selama satu menit tanpa langsung menghakimi diri sendiri. Catat tiga angka: saldo saat ini, tagihan terdekat, dan uang yang masih tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.
Setelah itu, baru buat budgeting sederhana. Tujuannya bukan membuat kondisi finansial terlihat sempurna, melainkan mengetahui posisi sebenarnya.
Baca Juga: Keuangan Syariah Bukan Cuma untuk yang Religius — Ini Logika Bisnis yang Membuatnya Terus Tumbuh
Jika rasa panik sangat kuat, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau membuat seseorang terus-menerus menghindari urusan finansial, mencari bantuan profesional juga layak dipertimbangkan. Masalah keuangan dan kesehatan mental memang dapat saling memengaruhi.
Pada akhirnya, rekening bank bukan rapor kehidupan. Angka di layar memang bisa membuat jantung berdebar, tetapi melihat kenyataan memberi satu hal yang tidak diberikan oleh penghindaran: **kesempatan untuk mengambil keputusan.***
Artikel Terkait
Money Anxiety Makin Parah! Kenapa 69% Orang Depresi Karena Masalah Keuangan?
Generasi Paling Melek Teknologi, Tapi Paling Buta Keuangan? Paradoks Gen Z yang Mengejutkan
Buku Keuangan Populer Itu Salah? Ini 5 Saran yang Tidak Berlaku di Indonesia
Keuangan Syariah Bukan Cuma untuk yang Religius — Ini Logika Bisnis yang Membuatnya Terus Tumbuh
Cara Atur Keuangan sebagai Ibu Rumah Tangga Tanpa Penghasilan Sendiri: Tetap Punya Kendali atas Masa Depan
Keuangan Setelah Menikah: Siapa yang Pegang Uang, Siapa yang Buat Keputusan?