TITIKTEMU.CO-Pernah merasa lebih mudah menghabiskan dua jam menonton video daripada membaca buku selama 20 menit? Fenomena ini sering dianggap sebagai bukti bahwa generasi sekarang semakin malas membaca.
Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks.
Kenapa generasi sekarang lebih suka nonton daripada baca ternyata berkaitan dengan cara otak beradaptasi terhadap lingkungan digital yang terus berubah, bukan semata-mata karena kurangnya kemauan.
Di era ketika informasi datang tanpa henti lewat video pendek, media sosial, hingga podcast, otak belajar mencari cara paling cepat untuk menyerap informasi. Perubahan ini memengaruhi kebiasaan, perhatian, bahkan cara kita memahami sebuah cerita atau pengetahuan.
Baca Juga: Anak yang Tumbuh dengan Orang Tua Bahagia Belum Tentu Bahagia Juga—Ini Faktanya
Perubahan Kognitif di Era Digital
Kemajuan teknologi membuat manusia menerima ribuan informasi setiap hari. Otak pun melakukan penyesuaian agar mampu memproses semuanya secara lebih efisien.
Video memberikan kombinasi gambar, suara, musik, dan gerakan sekaligus. Semua itu membuat informasi terasa lebih mudah dipahami tanpa harus membayangkan sendiri seperti saat membaca. Karena itulah, banyak orang merasa belajar lewat video jauh lebih ringan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa paparan konten digital yang sangat cepat dapat memengaruhi rentang perhatian (attention span).
Akibatnya, sebagian orang menjadi lebih sulit mempertahankan fokus saat membaca teks panjang, meski tetap mampu berkonsentrasi ketika menikmati video yang menarik.
Baca Juga: Decluttering Itu Privilege: Kenapa Minimalisme Tidak Bisa Dinikmati Semua Orang
Bukan Berarti Kemampuan Membaca Menghilang
Anggapan bahwa masyarakat sekarang tidak suka membaca sebenarnya kurang tepat. Yang berubah adalah bentuk media yang dikonsumsi.
Hari ini, seseorang bisa menghabiskan waktu membaca pesan instan, artikel singkat, komentar media sosial, hingga berita setiap hari. Aktivitas membaca tetap ada, tetapi durasinya lebih pendek dan berpindah-pindah.
Sebaliknya, membaca buku membutuhkan fokus yang lebih panjang. Otak harus membangun imajinasi, memahami hubungan antarparagraf, dan mengingat informasi dalam waktu lebih lama. Aktivitas ini memang terasa lebih berat dibanding menonton video yang sudah menyajikan semuanya secara visual.
Baca Juga: Mencari Makna Hidup Itu Jebakan, Ini yang Seharusnya Kamu Cari
Artikel Terkait
Update ePatch V45.2 untuk eFootball PC: Tema Piala Dunia 2026 yang Wajib Dicoba!
Download Super Bear Adventure Beta Uptodown 2026: Cara Mudah dan Daftar Versi Terbaru
Mencari Makna Hidup Itu Jebakan, Ini yang Seharusnya Kamu Cari
Decluttering Itu Privilege: Kenapa Minimalisme Tidak Bisa Dinikmati Semua Orang
Resident Evil Versi Baru Berani Tinggalkan Leon dan Wesker, Ternyata Ini Alasannya
Anak yang Tumbuh dengan Orang Tua Bahagia Belum Tentu Bahagia Juga—Ini Faktanya
Kebakaran Pabrik Triplek di Kuningan Hari Ini, Asap Hitam Membumbung Tinggi, Damkar dan TNI Masih Berjuang Jinakkan Api