Deep Learning Sudah Ada Sejak 1976 di Swedia, Indonesia Baru Mengadopsinya Sekarang, Terlambat atau Justru Strategi Tepat?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 27 April 2026 | 20:05 WIB
Ilustrasi Deep learning lahir 1976 di Swedia versus di Indonesia  (Desain AI )
Ilustrasi Deep learning lahir 1976 di Swedia versus di Indonesia (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Istilah deep learning sering terdengar sangat modern, bahkan kerap dikaitkan dengan kecerdasan buatan atau teknologi masa depan, padahal konsep pembelajaran mendalam ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak tahun 1976 di Swedia dan perlahan berkembang menjadi salah satu pendekatan pendidikan yang dianggap berhasil membentuk sistem belajar yang kuat di berbagai negara maju.

Beberapa waktu terakhir, wacana tentang deep learning kembali ramai diperbincangkan di Indonesia setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyebut bahwa pendekatan ini bukanlah konsep baru melainkan metode pembelajaran lama yang kini kembali diangkat untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan menarik di tengah masyarakat: jika konsep ini sudah muncul hampir lima dekade lalu, apakah Indonesia sebenarnya terlambat mengadopsinya, atau justru sedang mengambil langkah yang tepat pada waktu yang paling relevan.

Baca Juga: Update Lengkap Regulasi Haji 2026: Daftar Aturan Baru dan Tahapan Pelunasan Jemaah Haji Khusus

Untuk memahami hal ini, kita perlu melihat bagaimana deep learning berkembang di dunia pendidikan global dan mengapa konsep tersebut masih dianggap penting hingga sekarang.

Pada dasarnya, deep learning dalam pendidikan bukan sekadar membuat siswa menghafal informasi, tetapi mendorong mereka memahami konsep secara mendalam, menghubungkan berbagai pengetahuan, serta mampu berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah.

Pendekatan ini pertama kali mendapat perhatian serius dalam riset pendidikan di negara-negara Eropa, termasuk Swedia, yang dikenal memiliki sistem pendidikan yang menekankan pemahaman konsep, diskusi terbuka, serta eksplorasi ide oleh siswa.

Baca Juga: Mei 2026 Penuh Tanggal Merah! Ini Daftar Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend yang Sayang Dilewatkan

Dalam praktiknya, metode ini mengubah cara belajar dari sekadar mengingat fakta menjadi proses memahami makna di balik informasi yang dipelajari.

Seorang siswa tidak hanya diminta mengetahui jawaban, tetapi juga memahami alasan mengapa jawaban tersebut benar.

Perubahan cara berpikir seperti inilah yang kemudian menjadi fondasi bagi banyak sistem pendidikan modern di dunia.

Negara-negara dengan kualitas pendidikan tinggi cenderung mengembangkan pendekatan pembelajaran yang menekankan eksplorasi, pemahaman konsep, serta kemampuan menganalisis informasi secara mendalam.

Hal ini sejalan dengan kebutuhan zaman yang menuntut generasi muda mampu menghadapi tantangan kompleks, bukan sekadar mengingat materi pelajaran.

Di Indonesia sendiri, diskusi tentang transformasi pendidikan semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X