Burnout Bukan Malas: Kenapa Generasi Kerja Rentan Terbakar Habis Energinya?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 16:25 WIB
Burnout kerja bukan sekadar capek (Pinterest @uc_brekeley)
Burnout kerja bukan sekadar capek (Pinterest @uc_brekeley)

Mengatasi burnout tidak bisa instan.

Dibutuhkan langkah kecil namun konsisten, seperti mengatur ulang prioritas kerja, belajar berkata tidak, hingga mengambil jeda untuk istirahat.

Banyak pekerja merasa bersalah jika mengambil cuti, padahal rehat adalah bagian penting dari produktivitas jangka panjang.

Penting juga membangun batasan antara dunia kerja dan kehidupan pribadi.

Bekerja dari rumah, misalnya, sering membuat batas itu kabur.

Membiasakan diri untuk menutup laptop tepat waktu atau menolak chat kerja di luar jam kantor adalah salah satu bentuk self-respect yang bisa mencegah burnout semakin parah.

Baca Juga: Superman Versi James Gunn Pecah Rekor di AS, Tapi Masih Kalah Tipis dari Justice League di Dunia

Alarm Tubuh dan Pikiran

Burnout adalah alarm tubuh dan pikiran.

Saat kita mengabaikannya, dampaknya bisa merembet pada hubungan sosial bahkan kesehatan fisik. Karena itu, memahami burnout bukan hanya penting bagi karyawan, tetapi juga bagi perusahaan.

Lingkungan kerja yang sehat bukan sekadar bonus, melainkan kebutuhan agar semua pihak bisa berkembang tanpa harus terbakar habis.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X