Mengenal Rabu Wekasan, Rabu Terakhir di Bulan Safar: Sejarah, Amalan, Apakah Sesuai Alquran dan Hadits?

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 14:05 WIB
Mengenal Rabu Wekasan, Rabu Terakhir di Bulan Safar: Sejarah, Amalan, Apakah Sesuai Alquran dan Hadits? (Unsplash)
Mengenal Rabu Wekasan, Rabu Terakhir di Bulan Safar: Sejarah, Amalan, Apakah Sesuai Alquran dan Hadits? (Unsplash)

Dari penanggalan tersebut, umat Islam yang ingin melaksanakan amalan dan doa khusus pada Rabu Wekasan biasanya akan memilih tanggal 20 Agustus 2025.

Baca Juga: 10 Amalan Istimewa di 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah 1446 H yang Setara Haji dan Umrah

Sejarah Rabu Wekasan

Sejarah keyakinan tentang Rabu Wekasan berawal dari beberapa kitab klasik. Salah satunya Kanzun Najah Was-Surur Fi Fadhail Al-Azminah wash-Shufur karya Abdul Hamid.

Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa pada hari Rabu terakhir bulan Safar, Allah SWT menurunkan 320.000 bala atau musibah ke bumi. Karena itu, sebagian ulama di masa lalu menganjurkan agar umat Islam beribadah.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, shalat sunnah, dan amalan khusus sebagai bentuk ikhtiar menolak bala. Tradisi ini kemudian menyebar, termasuk Indonesia, terutama di pesantren dan masyarakat tradisional.

Selain itu, beberapa kitab lain juga menyinggung anjuran doa atau amalan pada hari ini, seperti:

Mujarrobat al-Dairobi

Al-Jawahir Al-Khams karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar

Hasyiyah As-Sittin

Namun demikian, pandangan ulama tentang Rabu Wekasan tidak sepenuhnya sama. Ada yang meyakini pentingnya amalan pada hari tersebut, ada pula yang menganggapnya sebagai tradisi tanpa dasar syar’i yang kuat.

Baca Juga: Amalan dan Keutamaan Malam Nisfu Syaban dalam Islam, Lengkap Beserta dengan Dalilnya

Amalan pada Rabu Wekasan

Di beberapa daerah, Rabu Wekasan diperingati dengan berbagai macam ibadah dan doa. Salah satu amalan yang populer adalah salat sunah empat rakaat.

Kitab Kanzun Najah karya Syekh Hamid serta Risalah Bahjatul Mardiyyah karya Syekh Muhammad Dawud Al-Fathani, menyebutkan tata cara salat Rabu Wekasan sebagai berikut:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X