TITIKTEMU.CO, Sebuah buku inspiratif tentang penerbang perempuan pertama TNI AU yang berjudul Herdini, Cintaku di Angkasa, kemarin diluncurkan di Gedung Gramedia World BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (21/9)
Peluncuran buku dihadiri langsung oleh Herdini Suryanto yang kini telah berusia 86 tahun , dan penulis bukunya , Andry Hariana. Keduanya berbagi cerita di balik pembuatan buku ini. Selain itu ada pembicara lain yaitu , Marsma TNI (Purn) Hermuntasih, seorang penerbang wanita TNI AU, dan Captain Dewi Meilina, kapten pilot wanita pertama di Air Asia Indonesia. Zikrina Ratri, Asisten Peneliti Litbang Kompas , mengulik 3 perempuan tangguh ini membahas peranan penerbang dalam tiga generasi dan diihat dari sudut militer dan sipil
Menariknya dalam bedah buku ini hadir Asisten Logistik Kasau, Marsda TNI Dr. T.B.H Age Wiraksono, S.IP., M.A yang merupakan putra dari Marsda TNI (Purn) Wardoyo, instruktur penerbang Herdini saat menjalani sekolah penerbang dulunya.
Penulis buku berusaha menghadirkan sebuah
biografi yang tidak membosankan. Andry yang sudah menulis dua buku biografi di Penerbit buku Kompas ini , berusaha bertutur mengisahkan hidup Herdini dengan tetap mengedepankan fakta-fakta sejarah.
"Saya ingin buku ini tidak dikoleksi disimpan di lemari. Tetapi menjadi bacaan yang enak, mudah dan menginspirasi,"k kata Andry Hariana.
Dengan bahasa sederhana yang mengalir penulis menyoroti perjuangan Herdini sebagai perempuan dalam dunia militer, tetapi juga menggambarkan kekuatan cinta, kehilangan, dan tekad yang tak tergoyahkan.
"Saat saya membaca buku yang ditulis ini, saya meneteskan air mata,"tutur Herdini.
Buku "Herdini, Cintaku di Angkasa" menceritakan kisah seorang mahasiswi Universitas Gadjah Mada bernama Herdini, yang tengah merajut impian bersama tunangannya, seorang pilot pesawat tempur P-51 Mustang. Hubungan mereka, yang telah tumbuh sejak masa SMA di Semarang, berada di puncak kebahagiaan, hingga suatu hari, tragedi terjadi. Sang tunangan gugur saat menjalankan patroli udara di Garut, Jawa Barat, ditembak oleh gerombolan DI/TII.
Kehilangan besar ini membuat Herdini tenggelam dalam kesedihan. Duka dan kesulitan mental hampir menghancurkan dirinya, namun Herdini menemukan kembali kekuatannya untuk bangkit. Ia menyadari bahwa cintanya berada di langit luas, tempat di mana ia kehilangan kekasihnya. Keputusan besar pun diambil, ia meninggalkan kuliahnya dan bergabung dengan latihan dasar militer di Kaliurang, Yogyakarta, untuk menjadi bagian dari Wanita TNI Angkatan Udara (Wara).
" Herdini dan teman-temannya membuka jalan bagi kami untuk bisa terbang. Saya tidak pernah bisa membayangkan sebelumnya," kata Marsma Purn. Hermuntasih yang menjadi penerbang gelombang 2 setelah Herdini.
Penerbitan buku ini menjadi inspirasi bagi kaum perempuan Indonesia yang berani menghadapi tantangan, dan juga sebuah penghormatan bagi dunia penerbangan militer yang jarang diceritakan dari sudut pandang perempuan.
"Saya membaca buku ini dari menangis sampai tertawa, ingat pelatihan dulu," tutup Capt Dewi.
Artikel Terkait
Ada Gerakan Sumbang Buku Di Yogya Untuk Hari Buku Nasional, Catat 12 Lokasinya Ya
Ini Alasan Ada Hari Buku Nasional Dan Begini Cara Memperingatinya
Hari Buku Nasional Tepat Hari Ini , Jangan Lupa Warga Yogyakarta Bisa Sumbang Buku Disini
HAKIM AGUNG KAHARDIMAN, Perwira Nasib Baik Yang Sempat Jadi Kamus Hukumnya LB Moerdani