Ini Arti dan Asal Usul Jailangkung Sandekala yang Tayang di Bioskop Hari Ini

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Kamis, 22 September 2022 | 22:20 WIB
Film Jailangkung Sandekala. (Instagram @filmjailangkung2022)
Film Jailangkung Sandekala. (Instagram @filmjailangkung2022)

Di masyarakat Jawa, Jailangkung juga dimainkan dengan peralatan tulis jangka. Dengan mantra tertentu, jangka akan berputar menuliskan angka atau kalimat sesuai pertanyaan.

Baca Juga: Siap-siap! Film Horor Inang Tayang Oktober, Lebih Mencekam dari Pengabdi Setan? 

Jailangkung sendiri diduga berasal dari kebuah kepercayaan tradisional Tionghoa, berhubungan dengan kekuatan leluhur.

Adapun leluhur itu dipercaya sebagai dewa Poyang dan Moyang, yaitu Cay Lan Gong atau Dewa Keranjang, dan Cay Lan Tse, dewa pelindung anak-anak.

Permainan Poyang Moyang ini juga bersifat ritual, dan biasa dimainkan anak-anak dan remaja saat festival rembulan. Namun, permaian ini sudah lama punah.

Baca Juga: Film Avatar Tayang Ulang di Bioskop dengan Format Baru, Apa Bedanya dengan Sebelumnya?

Dalam ritual Cay Lan Gong, dewa Poyang dan Moyang dipanggil agar masuk ke boneka keranjang yang didandani pakaian manusia.

Tangan boneka bisa digerakkan, dan ujungnya diikatkan alat tulis seperti kapur, arang atau pensil. Dilengkapi kalung kunci sebagai hiasan, boneka dihadapkan ke sebuah papan tulis.

Mantra diucapkan sambil menyalakan dupa. Saat boneka terasa berat, maka para dewa sudah datang. Setiap pertanyaan akan dijawab boneka dengan tulisan ke papan tulis.

Baca Juga: Penjualan Tiket Reguler Film One Piece Dibuka, Ini Link Pembelian dan Harganya

Sementara Sandekala sendiri merupakan cerita turun-temurun yang hidup di masyarakat Sunda. Kata Sandekala merujuk pada makhluk halus, biasa disebut wewe gombel, yang gemar menculik anak-anak.

Makhluk halus ini akan mengawasi anak-anak yang masih bermain di luar rumah saat maghrib. Begitu lengah, maka anak-anak akan dibawa dan disembunyikan.

Nah, Sandekala sendiri secara bahasa diambl dari dua kata dalam bahasa Sunda, yakni sande yang artinya bukan, dan kala yang artinya waktu.

Baca Juga: Jadwal Nonton dan Harga Tiket Film Noktah Merah Perkawinan di Bioskop Joglosemar 16 September 2022

Sandekala merujuk pada waktu senja atau maghrib. Nah, waktu ini merupakan pamali atau pantangan bagi anak-anak berada di luar rumah. Sosok Sandekala juga kerap disebut dengan hantu senja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X