Baca Juga: Sekjen MUI dilibatkan dalam penghentian penyidikan kasus KDRT Billar
"Tentunya KPI ini ketika mengambil kebijakan ada banyak pertimbangan.
Pertimbangan dari aspirasi publik itu pasti yang berikutnya adalah
pertimbangan-pertimbangan yang kemudian regulatif, dari Undang-Undang Penyiaran dan P3SPS dan lain sebagainya, kalau dirasa penampilan public figure yang hari ini sedang dibincangkan itu kemudian meresahkan publik terus kemudian mengglorifikasi atau bahkan menafikkan tentang upaya-upaya penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, maka tentunya KPI juga akan melakukan evaluasi bagi program siaran yang menayangkan hal tersebut.” Imbuh Nuning Rodiyah
Sebelumnya Lesti ketika mencabut laporannya terkait dugaan KDRT terhadap dirinya, ia mengatakan:“Beliau juga alhamdulillah sudah mengakui perbuatannya, dan meminta maaf kepada saya dan keluarga khususnya kepada orang tua saya,kepada bapak saya, Insyaallah saya, ibu saya dan bapak saya sangat begitu memaafkan suami Saya. Insya Allah harapannya mudah-mudahan
tidak akan pernah terulang lagi.”
Di sisi lain, kencangnya suara publik agar memboikot Lesti dan Billar tampil lagi,mendapat tanggapan tak terduga dari Bobby Kakak Billar. Hal itu menyeruak pasca Billar menjalani wajib lapor ke Polres Metro Jakarta Selatan awal pekan.
Bobby yakin Lesti Billar tidak akan diboikot oleh siapapun, alasannya karena Kakak Billar ini sangat yakin bahwa nama Leslar terlalu kuat dan terlanjur populer untuk dijatuhkan, malah yang akan terjadi menurut Kakak Billar adalah justru netizen yang akan rugi kalau diboikot karena netizen sangat membutuhkan Lesti dan Billar baik untuk keuntungan popularitas maupun untuk mendatangkan uang.***