Crocodile Tears Tayang Awal Mei 2026, Film Indonesia yang Sukses di 33 Festival Dunia

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB
Sukses dCrocodile Tears Tayang Awal Mei 2026, Film Indonesia yang Sukses di 33 Festival Dunia (Tala Media)
Sukses dCrocodile Tears Tayang Awal Mei 2026, Film Indonesia yang Sukses di 33 Festival Dunia (Tala Media)

TITIKTEMU.CO - Film Crocodile Tears dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026, setelah sebelumnya  keliling di berbagai festival internasional.

Film debut sutradara Tumpal Tampubolon ini penting tidak hanya bagi sang sutradara, tetapi juga bagi industri perfilman Indonesia. Pasalnya, Crocodile Tears lebih dulu mendapat apresiasi di level kancah global.

Dengan latar cerita yang kuat dan pendekatan emosional yang mendalam, film ini digadang-gadang akan menjadi salah satu tontonan drama terbaik tahun ini.

Baca Juga: Penayangan 13 Hari, Ghost in the Cell Tembus 2 Juta Penonton 

Dari Festival Dunia ke Bioskop Indonesia

Perjalanan Crocodile Tears di panggung internasional dimulai dari Toronto International Film Festival 2024. Festival ini merupakan salah satu ajang paling bergengsi.

Setelah itu, film ini terus melanjutkan langkahnya ke berbagai festival besar lainnya, seperti Busan International Film Festival, BFI London Film Festival, hingga Tallinn Black Nights Film Festival.

Crocodile Tears juga diputar di sejumlah festival lain seperti Goteborg, Adelaide, Torino, dan Red Sea International Film Festival. Total, film ini sudah diputar di di 33 festival dunia.

Baca Juga: Review The Devil Wears Prada 2, Nostalgia Fashion Ikonik dengan Sentuhan Era Digital 

Proses Panjang di Balik Produksi

Kesuksesan film ini tentu tidak diraih secara instan. Tumpal Tampubolon mengungkapkan proses pengembangan cerita memakan waktu hingga tujuh tahun.

Selama periode tersebut, naskah film mengalami banyak perubahan. Bahkan, tercatat ada 17 versi naskah sebelum akhirnya mencapai bentuk final yang siap diproduksi.

Produser Mandy Marahimin menambahkan keseluruhan proses produksi berlangsung sekitar delapan tahun. Film ini juga melibatkan kolaborasi sineas dari empat negara.

Baca Juga: Dilan ITB 1997: Saat Cinta, Idealisme, dan Masa Depan Bertabrakan di Era Menjelang Reformasi 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X