Interaksi Langsung Penonton
Tidak seperti pertunjukan biasa, festival ini mengundang penonton untuk terlibat secara aktif dalam proses seni. Mereka diajak untuk mencari, menavigasi, dan mendiskusikan keliaran yang muncul.
Mega Nur dan Taufik Darwis sebagai kurator festival menjelaskan bahwa tujuan utama festival ini adalah membuka ruang bagi keberagaman cara berpikir dan pendekatan dalam menciptakan karya seni.
Mereka menyebutkan, seni yang belum selesai (not-yet art) memiliki potensi besar untuk menjadi ruang belajar bersama dan menciptakan bentuk kesenian baru yang lebih inklusif dan berani.
Simposium Kopi Pagi
Selain seni pertunjukan, FPB-S/N-YPF 2025 juga menyelenggarakan Kopi Pagi Majelis Dramaturgi, yaitu sepuluh sesi simposium yang berfungsi sebagai ruang refleksi dan pencatatan.
Simposium ini membuka diskusi antar kurator, seniman, dan penonton dalam format yang santai dan cair—lebih mirip obrolan warung kopi daripada forum akademis.
Simposium ini menjadi sarana penting untuk menggali lebih dalam makna dari karya-karya yang ditampilkan serta memperkuat jaringan antar pelaku seni lintas generasi.***
Artikel Terkait
Lagi Ramai di Netflix, A Normal Woman Film Drama Psikologis Perempuan yang Dibintangi Marissa Anita
Netflix Pastikan Serial Wednesday Berlanjut ke Musim Ketiga, Musim Kedua Tayang Awal Agustus
Teror Zombie Berlanjut, All of Us Are Dead Musim Kedua Mulai Diproduksi
Profil Lee Soo Hyuk, Pemeran Detektif Misterius di Drama Korea S Line, Prnah Jadi Bintang Video Klip 2NE1
Panggil Aku Ayah, Kisah Keluarga Tanpa Ikatan Darah yang Menyentuh Hati, Cek Jadwal tayang DI SINI
Hightown Tayang di Netflix Tiga Musim Sekaligus, Serial Kriminal Tanpa Dar Der Dor!
Mengenal Arin, Member Oh My Girl yang Mencuri Perhatian di Drama S Line