Festival Belum-Sudah 2025 di Yogyakarta, Merayakan Seni Eksperimen Gelagat Liar

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 28 Juli 2025 | 11:09 WIB
Festival Belum-Sudah 2025 di Yogyakarta, Merayakan Seni Eksperimen Gelagat Liar. (Poster GPI)
Festival Belum-Sudah 2025 di Yogyakarta, Merayakan Seni Eksperimen Gelagat Liar. (Poster GPI)

Interaksi Langsung Penonton  

Tidak seperti pertunjukan biasa, festival ini mengundang penonton untuk terlibat secara aktif dalam proses seni. Mereka diajak untuk mencari, menavigasi, dan mendiskusikan keliaran yang muncul.

Mega Nur dan Taufik Darwis sebagai kurator festival menjelaskan bahwa tujuan utama festival ini adalah membuka ruang bagi keberagaman cara berpikir dan pendekatan dalam menciptakan karya seni.

Mereka menyebutkan, seni yang belum selesai (not-yet art) memiliki potensi besar untuk menjadi ruang belajar bersama dan menciptakan bentuk kesenian baru yang lebih inklusif dan berani.

Baca Juga: Film Lyora: Penantian Buah Hati – Diangkat dari Kisah Nyata Meutya Hafid Berjuang Mendapatkan Anak di Usia 44 Tahun

Simposium Kopi Pagi

Selain seni pertunjukan, FPB-S/N-YPF 2025 juga menyelenggarakan Kopi Pagi Majelis Dramaturgi, yaitu sepuluh sesi simposium yang berfungsi sebagai ruang refleksi dan pencatatan.

Simposium ini membuka diskusi antar kurator, seniman, dan penonton dalam format yang santai dan cair—lebih mirip obrolan warung kopi daripada forum akademis.

Simposium ini menjadi sarana penting untuk menggali lebih dalam makna dari karya-karya yang ditampilkan serta memperkuat jaringan antar pelaku seni lintas generasi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X