Salah satu kekuatan utama film Waktu Maghrib 2 adalah kehadiran elemen budaya lokal yang kental. Larangan bermain atau beraktivitas menjelang maghrib adalah mitos yang sudah lama hidup di masyarakat.
Film horor ini berhasil mengemas kepercayaan iatau mitos menjadi cerita horor modern yang relevan, sehingga terasa dekat dengan sebagian besar penonton Indonesia.
Waktu Maghrib 2 juga membawa pesan bahwa ada batas antara manusia dan alam gaib yang tidak seharusnya dilanggar. Salah satunya adalah saat menjelang Maghrib.***
Artikel Terkait
Jumbo Tembus 10 Juta Penonton dalam 2 Bulan, Pecahkan Rekor Film Animasi!
16 Film Indonesia Tayang di Bioskop Juni 2025, Ada yang Kalian Tunggu?
Terinspirasi Serat Centini, Gowok Kamasutra Jawa Tayang 5 Juni 2025, Film Terbaru Hanung Bramantyo
Sinopsis, Pemain, dan Jadwal Tayang Ballerina 2025 di Bioskop: Spin Off John Wick Penuh Aksi Menegangkan
Nusantara Raih Penghargaan Film Dokumenter Terbaik Festival Film Cannes 2025, Hendropriyono Jadi Patih Gajah Mada