Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kota Semarang Naik, Pengunjung Semarang Zoo Turun 25 Persen
Perseroan juga melakukan mengendalikan emisi yang dihasilkan pada proses produksi melalui pemanfaatan teknologi sistem electrostatic precipirator, conditioning tower, dan bag filter di pabrik untuk mengelola emisi debu.
SIG juga memanfaatkan panas gas buang dari proses pembakaran sebagai pembangkit listrik dengan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban dan Indarung.
“SIG juga memanfaatkan sampah kota yang sebelumnya telah diolah menjadi Refused Derived Fuel (RDF) sebagai energi alternatif pengganti batu bara di Pabrik Narogong dan Cilacap. Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini merupakan solusi untuk pengelolaan lingkungan masyarakat yang lebih baik”, ujar Vita Mahreyni. ***
Artikel Terkait
Pembangunan Gedung Pembelajaran Kampus STAI Al-Anwar Rembang Disuport Semen Indonesia
Semen Indonesia Kembali Raih Penghargaan Outstanding Company 2021 dari Asiamoney
Bantuan Rp. 725 Juta dari Semen Indonesia untuk Prasarana Umum dan Pendidikan di Jawa Tengah
Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Semeru Mengalir, Semen Indonesia Salurkan Donasi Senilai 100 Juta
8 Pabrik PT Semen Idonesia Raih Penghargaan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutahan
SBI, Unit Usaha PT Semen Indonesia Bangun Pelabuhan Khusus di Tuban