Horeee! Pertamina Temukan Cadangan Migas di Utara Jakarta

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Kamis, 2 September 2021 | 20:20 WIB
Kegiatan Pertamina mengeksplorasi dalam pencarian sumber minyak dan gas (Pic. laman Indonesia.go.id)
Kegiatan Pertamina mengeksplorasi dalam pencarian sumber minyak dan gas (Pic. laman Indonesia.go.id)

TITIKTEMU.CO


PT Pertamina (Persero) mengumumkan penemuan cadangan minyak dan gas bumi di Kepulauan Seribu, Jakarta, oleh anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE-OSES).

Temuan ladang migas ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menunjang produksi yang berkelanjutan di wilayah PHE OSES, sekaligus mendukung target produksi nasional minyak sebesar 1 juta barel per hari dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030.

Baca Juga: Waspada Penipuan Yang Mengatasnamakan Pegadaian. Begini Nih Modusnya


Dilansir situs pemerintah www.indonessia.go.id, Rabu 2/9/2021 ,temuan ini berasal dari sumur Fanny-2 yang terletak di Distrik Central Business Unit (CBU) Blok OSES, tepatnya berada di area kompleks eksplorasi Angel Cluster yang berjarak sekitar dua kilometer sebelah barat Pulau Sebira dan masuk dalam Wilayah Administratif Kabupaten Kepulauan Seribu.

Baca Juga: Kebut Vaksinasi,  Indonesia Kembali Kedatangan 1,2 Juta Dosis Vaksin Pzifer
Direktur Eksplorasi Subholding Upstream Pertamina, Medi Kurniawan mengatakan, Penemuan minyak dan gas dari sumur Fanny-2 ini memberikan semangat baru dalam mengerjakan lapangan-lapangan tua (brown field), seperti halnya Blok OSES.


Medi mengatakan, sejak 13 Maret 2021, Pertamina melakukan aktivitas pengeboran sumur Fanny-2 (rig release). Tujuan pengeboran tersebut adalah untuk mengonfirmasi besaran sumber daya minyak dan gas bumi di struktur Fanny. Proyek pengeboran itu rampung tiga bulan kemudian pada 24 Juni 2021.


“Keseluruhan operasi pengeboran Sumur Eksplorasi Fanny-2 ini dapat diselesaikan dengan baik dalam waktu 109 hari dengan zero LTI. Dan menemukan minyak dan gas bumi pada lapisan batu pasir formasi talang akar. Untuk total potensi cadangan saat ini sedang dievalusi oleh tim.” Papar Medi Kurniawan.

Para pekerja Pertamina bekerja di lepas pantai
Para pekerja Pertamina bekerja di lepas pantai (Pic. www.indonesia.go.id)

Baca Juga: Konjen RI Jeddah Kawal Pembayaran Upah TKI Setengah Miliar Rupiah Lebih Yang Ditunggak Majikannya
Medi menjelaskan, berdasarkan hasil uji produksi sementara, pada lapisan lower zelda layer 44 (DST#2), mengalirkan gas sebesar 4,95 MMSCFD dan kondensat sebesar 241 BCPD pada bukaan choke 28/64, serta ditemukan pula minyak dari hasil proses sirkulasi ke permukaan pada lapisan middle zelda di DST#3.


MMSCFD adalah singkatan dari million standard cubic feet per day (gas) atau juta standar kaki kubik per hari (gas). Sedangkan BOPD merupakan kepanjangan dari barrel of oil per day atau yang artinya barel minyak per hari. BOPD adalah unit pengukuran untuk volume minyak mentah yang diproduksi setiap harinya, baik dari suatu sumur atau lapangan migas.


Menurut Medi, pengelolaan kegiatan eksplorasi PHE OSES per 1 April 2021 berada di eksplorasi subholding upstream regional Jawa. Dan aktivitas pengeboran sumur Fanny-2 merupakan implementasi strategi regional pascarestrukturisasi untuk akselerasi pengembangan undeveloped resources di Area Angel Cluster.

Baca Juga: Virus Corona Varian Lambda Mudah Menular dan Kebal Vaksin. Benarkah?

Area ini diharapkan segera dapat berkontribusi dalam menunjang produksi yang berkelanjutan di wilayah PHE OSES, serta sekaligus mendukung target produksi nasional minyak sebesar satu juta barel per hari (BPH) dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik perhari (MMscfd) pada 2030.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: www.indonesia.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X