TITIKTEMU.CO UNGARAN - Firman Setyaji awalnya adalah pemuda biasa, meski dia menyandang gelar sarjana Jurusan Kriminologi Universitas Indonesia.
Namun kini ia telah sukses menekuni usaha yang tak ada kaitan dengan gelar keilmuan yang dia geluti di bangku kuliah, yakni menjadi eksportir kerajinan berbahan eceng gondok ke empat negara.
Baca Juga: INFO LOKER: Tersedia Lowongan Kerja di Kimia Farma Diagnostika bagi Sarjana untuk Wilayah Jakarta
Baca Juga: Banyak Pemain Baru Bergabung ke Liga Premier, Empat Pemain ini Diprediksikan akan Menjadi Bintang
Pria alumni pelatihan Balatkop UKM Jateng dan salah satu peserta Hetero for Startup season 1 ini khawatir akan tumpukan eceng gondok yang memenuhi Rawa Pening.
Karena, kalau dibiarkan akan berdampak buruk untuk ekosistem lingkungan sekitarnya.
Seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Balatkop UKM Jateng, saat ini Firman bekerjasama dengan 15 pengrajin dan penjahit produk olahan eceng gondok.
Mereka semuanya adalah masyarakat lokal di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Menurut Firman butuh proses sekitar 1 tahun untuk bisa mengekspor produknya ke berbagai negara.
Baca Juga: Relokasi Pasar Johar Semarang Terbakar, Puluhan Kios Ludes Tak Tersisa.
“Permintan ekpsor datang dari sejumlah negara manca, mulai dari Jepang, Singapura, Dubai, dan Italia,” ujarnya.
Menurit Firman, produk kerajinan Bengok Craf, miliknya bisa mendunia karena banyak faktor.